Viral Pimpinan Majelis Zikir di Cikarang Diduga Hina Nabi Muhammad Saat Live, Warga Geruduk Lokasi
Kredit Foto: Unsplash/Gilles Lambert
Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Asep Setiawan alias Abah Setu, menyampaikan permintaan maaf setelah video pernyataannya mengenai Nabi Muhammad SAW viral di media sosial.
Video tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga bahkan mendatangi kompleks Majelis Dzikir Nurul Hikam pada Senin (7/9/2026) malam untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan yang dinilai menyinggung umat Islam.
Dalam potongan video yang beredar, Abah Setu melontarkan pernyataan mengenai Nabi Muhammad SAW saat melakukan siaran langsung di media sosial.
"Yang disebut Muhammad itu mana sih? Orang Madinah itu pantesan ente pada susah sekarang, mengharap dikasih syafaat. Wong dia dilempar batu aja enggak bisa nolong dirinya sendiri. Wong keracunan aja enggak bisa nolong dia sendiri,” ujar Asep dalam video tersebut.
Beredarnya rekaman itu kemudian memicu kecaman dan laporan ke kepolisian. Aparat pun turun tangan untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
Polisi mengamankan lokasi setelah warga mendatangi kompleks majelis. Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat mengimbau warga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.
Abah Setu kemudian dimintai keterangan oleh polisi pada Kamis (10/9/2026). Dalam pemeriksaan, ia menyampaikan penjelasan mengenai video yang menjadi sumber polemik.
Asep mengklaim video yang beredar di media sosial merupakan potongan dari rekaman yang lebih panjang. Ia juga menduga terdapat perubahan atau rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap video tersebut.
Namun, polemik tetap berlanjut setelah sejumlah pihak melaporkan dugaan penistaan agama tersebut kepada kepolisian.
Di tengah proses hukum dan keresahan masyarakat, Abah Setu akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dalam proses mediasi yang difasilitasi aparat di Mapolres Metro Bekasi pada Kamis (10/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Abah Setu mengakui pernyataannya telah menyinggung umat Islam dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
"Sehubungan dengan beredarnya video yang telah menyinggung kaum muslimin, khususnya telah menghina Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dengan ini saya mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut. Oleh karenanya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya,” ucap Abah Setu.
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah video yang memuat pernyataannya menyebar luas dan memicu reaksi masyarakat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: