Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Pantau Saham KETR Setelah Naik Tajam, Investor Diminta Waspada

BEI Pantau Saham KETR Setelah Naik Tajam, Investor Diminta Waspada Kredit Foto: Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) setelah terjadi peningkatan harga yang dinilai tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA).

BEI menyatakan pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan di pasar modal. Bursa saat ini masih memantau pola transaksi saham KETR dan meminta investor mencermati perkembangan informasi dari perseroan.

Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan mengatakan investor perlu memperhatikan jawaban KETR atas permintaan konfirmasi yang disampaikan Bursa.

“Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ujar Endra dalam keterbukaan informasi BEI, seperti diberitakan Senin (14/9/2026).

Menurutnya, investor juga perlu mencermati kinerja perseroan serta setiap keterbukaan informasi yang disampaikan. Bursa mengingatkan investor agar mengkaji kembali setiap rencana aksi korporasi yang belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca Juga: IHSG Turun 1,43% ke 6.541, Kapitalisasi BEI Susut Rp153 Triliun dalam Sepekan

Baca Juga: BEI Pelototi 4 Saham, Salah Satunya Anak Usaha Astra

Baca Juga: Era Graharealty (IPAC) Bersiap Delisting dari BEI

"Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa,” kata Endra.

Setelah pengumuman UMA, saham KETR bergerak melemah. Pada perdagangan Senin (14/9/2026) pukul 09.30 WIB, saham emiten kabel laut tersebut berada di level Rp915 per saham, turun 45 poin atau 4,71%. Bahkan, saat ini, saham tersebut telah turun 75 poin atau 7,9% ke level Rp880 per saham.

"BEI juga mengimbau investor untuk mempertimbangkan berbagai risiko dan kemungkinan yang dapat terjadi di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi," pungkas dia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan