Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti pemecatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026). Dalam perombakan tersebut, Purbaya digantikan oleh Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.
Adi mengungkapkan deretan “rapor merah” Purbaya selama menjabat Menkeu sejak 8 September 2025, yang dinilai sebagai alasan kuat pencopotannya.
Sebagai Menkeu, Purbaya dianggap gagal menjaga stabilitas keuangan negara. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak menunjukkan penguatan signifikan, menjadi catatan serius.
Selain itu, klaim optimistis Purbaya tentang pertumbuhan ekonomi 6–7% hanya tinggal janji, karena realisasi kinerja jauh dari harapan.
"Dulu memang optimisme cukup luar biasa. Ketika sesaat Purbaya dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani, apa yang muncul cukup luar biasa statement-statement-nya menggampangkan bahwa persoalan di negara kita itu selesai dan tuntas dalam sekejap. Tapi dalam perjalanannya, Purbaya tidak sesuai dengan harapan," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (15/9).
Adi juga menyoroti utang negara yang terus bertambah serta lemahnya pengawasan terhadap program strategis, seperti program Makan Bergizi Grats (MBG), yang justru melahirkan praktik korupsi.
"Dan itulah yang kemudian menjadi catatan-catatan kritis kenapa kinerja Menteri Keuangan itu dinilai punya rapor merah dan sangat layak untuk diganti dengan menteri yang baru, Pak Suahasil Nazara," jelasnya.
Baca Juga: Loyalitas Jadi Kartu Mati: Menteri Parpol Ini Terancam Dicopot Usai Purbaya
Menurut Adi, kegagalan Purbaya terlihat dari berbagai indikator, yaitu lapangan kerja yang tidak berkembang sesuai target, daya beli masyarakat yang stagnan, meski pertumbuhan ekonomi dipersepsikan positif, dan program strategis yang tidak berjalan efektif.
"Ini adalah sesuatu yang prinsip yang katanya kalau kita lihat dan hitung rata-rata secara umum menjadi catatan kritis kenapa Purbaya itu diganti," tandasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: