Kredit Foto: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Pemerintah bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) berkomitmen menuntaskan persoalan LRT City, terkait serah terima sekitar 2.400 unit yang belum kunjung diterima oleh pembeli.
BP BUMN lantas melakukan audiensi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, perwakilan konsumen LRT City, hingga PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku pemilik proyek, di Kantor BP BUMN, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Sesuai pertemuan tersebut, Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf berkomitmen untuk menyelesaikan semua masalah di proyek LRT City, sekaligus memohon maaf kepada pembeli atas ketidaknyamanan yang telah ditimbulkan.
Amin juga menyampaikan, BP BUMN bersama Kementerian PKP telah membentuk tim pengawas untuk menginventarisir seluruh aspirasi dari pembeli hingga 1 Oktober 2026.
"Nanti teman-teman di bawah koordinator Pak Rian (koordinator pembeli), dalam beberapa waktu ke depan sampai tanggal 1 Oktober menginventarisir semua aspirasi, semua pertanyaan dari kurang lebih 2.000 korban untuk kami tampung," ujar Amin.
Lebih lanjut, ia menyebut Kepala BP BUMN Dony Oskaria juga meminta untuk mengawasi seluruh proses tersebut dari awal sampai nanti penyelesaian.
Baca Juga: ADHI Masih Tunggu Danantara Terkait Dana Penyelesaian LRT City
Baca Juga: Danantara Buka Suara soal Rencana Pegang 40% Saham BEI usai Demutualisasi: Belum Ada Keputusan Final
Baca Juga: ADCP Digugat PKPU, Utang Proyek Adhi City Sentul Jadi Sorotan
"Pak Doni tadi menyampaikan kami tidak berpangku tangan, cuci tangan juga tidak sama sekali. Kami bertanggung jawab pada seluruh korban, negara hadir dan kami berkomitmen untuk menyelesaikan," tegas Amin.
Tim pengawas tersebut bakal memantau seluruh proses inventarisir masalah hingga 1 Oktober 2026. Setelahnya, mereka menjadwalkan akan membuat pertemuan lanjutan dengan pihak pembeli antara 10-15 Oktober 2026.
"Prinsipnya sekali lagi saya berterima kasih kepada Pak Ara, dan sekali lagi mohon maaf atas ketidaknyamanannya kepada Mas Rian dan kawan-kawan," kata Amin.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan