Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Denny Indrayana Disemprot Ahli di MK Soal Ijazah Gibran: Jangan Digiring ke Politik

Denny Indrayana Disemprot Ahli di MK Soal Ijazah Gibran: Jangan Digiring ke Politik Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ahli digital forensik Rismon Sianipar menolak narasi yang menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka layak didiskualifikasi karena dianggap tidak memiliki ijazah SMA. Narasi tersebut sebelumnya dilontarkan oleh mantan Wamenkumham era SBY, Denny Indrayana.

Menurut Rismon, Gibran memiliki ijazah setara SMA yang diakui melalui sistem pendidikan luar negeri. Ia menjelaskan ada dua arus utama pendidikan global..

"Di dalam dunia pendidikan di dunia ini ada dua arus utama sistem pendidikan atau jenjang akademik," kata Rismon kepada wartawan di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, dkutip Rabu (16/9.

Pertama, adalah sistem berbasis UNESCO, yang digunakan di Amerika Serikat dan Indonesia. Dan kedua, sistem berbasis British, yang dipakai di Singapura dan Australia.

Gibran sendiri menempuh pendidikan menengah di Orchid Park Secondary School, Singapura, serta di UTS Insearch, Sydney, Australia.

"Bagaimana Indonesia mengadopsi sistem pendidikan British untuk disetarakan ke pendidikan Indonesia? Itulah berbasis kajian kurikulum maupun silabus, itulah dikeluarkan surat," jelas Rismon.

Rismon menilai langkah Denny Indrayana yang membawa perkara ijazah Gibran ke MK bukanlah kebenaran mutlak.

Baca Juga: Respons Gibran Soal Ijazah: Titip Pembelaan ke Pendukung

"Jadi ini enggak usah digiring-giring ke politik. Oleh karena itu, kita butuh dukungan-dukungan publik agar ya narasi dari Pak Denny Indrayana tersebut itu bukan menjadi kebenaran absolut," tegasnya.

Hari itu, Rismon hadir bersama sejumlah pihak di MK untuk melakukan aksi simbolik menolak permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan Denny dan rekan-rekannya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya