- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Banyak Konsumen Beralih ke BBM Subsidi, Bahlil Siapkan Aturan Distribusi Tepat Sasaran
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tengah menyiapkan aturan agar pendistribusian BBM bersubsidi semisal Pertalite (RON 90) dan Solar (CN 48) bisa lebih tepat sasaran. Menyusul masih banyaknya konsumen yang masuk golongan mampu lebih memilih mengisi kendaraannya BBM subsidi.
Merespons hal tersebut, Bahlil bilang bahwa aturan terkait penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran terus dimatangkan.
"Ya memang kita lagi ada memformulasikan aturannya," ujarnya saat dijumpai di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Sembari menunggu aturan terbaru itu terbit, Ketua Umum Partai Golkar tersebut lantas meminta masyarakat dari golongan mampu untuk tidak lagi membeli Pertalite maupun Solar.
"Makanya dalam berbagai kesempatan kan saya menganjurkan agar saudara-saudara saya yang mampu, yang mobilnya bagus, tolonglah kita jangan sampai memakai BBM subsidi. Karena itu kan BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," pintanya.
Pada saat yang sama, Bahlil turut angkat suara terkait antrean panjang dalam membeli BBM di Makassar, Sulawesi Selatan. Meskipun ada antrean panjang di sejumlah wilayah, ia menegaskan bahwa stok BBM nasional masih berada di batas aman.
"BBM itu kan secara cadangan stok nasional kita kan dalam batas minimal nasional, 18-20 hari," tegas Bahlil.
Ia pun mengindikasikan adanya antrean panjang seperti yang terjadi di Sulawesi Selatan disebabkan oleh beberapa pihak yang menyalahgunakan BBM subsidi.
Baca Juga: Pasokan BBM untuk Pembangkit Listrik Ikut Langka, Diduga Picu Pemadaman di Sulawesi
Baca Juga: Tangki Mobil Diubah Bisa Tampung 1 Ton, Bahlil Bongkar Modus Penimbunan BBM Subsidi
Baca Juga: Stok Dunia Menipis, Krisis BBM Global Sudah di Depan Mata
"Kemudian yang terjadi di Sulawesi Selatan kemarin itu menjadi antrian panjang karena banyak faktor.Salah satu diantaranya adalah ada memang pihak-pihak, ngantri di pompa bensin hanya untuk, ya ada maksud lain lah," ungkap Bahlil.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan menyusul kenaikan kebutuhan. Perseroan juga mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam di Makassar untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Pertamina turut menambah nozzle BBM subsidi di 12 SPBU Makassar serta menyiapkan tiga SPBU modular di kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai antrean dan memperkuat layanan distribusi BBM di kota tersebut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan