Kuda Hitam Pilgub Jabar 2029: Eks Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Masuk Radar, Siap Tantang Dedi Mulyadi
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2029 masih menyisakan waktu cukup panjang. Namun, bursa tokoh yang berpotensi memperebutkan kursi gubernur di provinsi dengan jumlah pemilih besar ini mulai menjadi perhatian.
Meski nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat ini disebut memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi, peta politik Jabar 2029 masih dinamis.
Salah satu nama yang mulai muncul adalah tokoh non-partai Purbaya Yudhi Sadewa, ekonom yang pernah menjabat Menteri Keuangan.
Nama Purbaya belakangan ikut muncul dalam dua survei elektabilitas tokoh nasional.
Dalam survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5-19 Juli 2026, Purbaya memperoleh dukungan 1,1 persen dalam simulasi semi terbuka terhadap 20 nama.
Dalam survei tersebut, Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dengan 35 persen. Selanjutnya Prabowo Subianto 14,5 persen, Anies Baswedan 8,2 persen, dan Gibran Rakabuming 7,7 persen.
Purbaya berada tidak jauh dari sejumlah nama elite nasional. Puan Maharani memperoleh 1,3 persen, sedangkan Sherly Tjoanda Laos 1,2 persen.
Nama Purbaya kembali muncul dalam survei Media Survei Nasional (Median) yang dilakukan pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026. Dalam pertanyaan terbuka, Purbaya memperoleh elektabilitas 1,3 persen.
Angka tersebut menempatkannya di antara sejumlah tokoh nasional, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono dengan 2,3 persen dan Mahfud MD sebesar 1,8 persen.
Putra Bogor dan Lulusan ITB
Kedua survei tersebut pada dasarnya mengukur peta elektabilitas tokoh untuk tingkat nasional. Namun, munculnya nama Purbaya membuka spekulasi mengenai peluangnya jika masuk ke bursa Pilgub Jabar 2029.
Purbaya memiliki keterkaitan dengan Jawa Barat. Ia lahir di Bogor pada 7 Juli 1964 dan menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Setelah menyelesaikan pendidikan di ITB, Purbaya melanjutkan studi ekonomi di Purdue University, Amerika Serikat.
Latar belakang kelahiran dan pendidikan di Jawa Barat menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi modal sosial jika Purbaya benar-benar masuk dalam kontestasi politik di daerah tersebut.
Berbeda dengan sejumlah tokoh yang memiliki latar belakang panjang di politik elektoral, Purbaya lebih dikenal sebagai ekonom dan teknokrat.
Sebelum menjabat Menteri Keuangan, Purbaya pernah memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada periode 2020-2025. Ia juga dikenal melalui sejumlah posisi di bidang ekonomi dan kebijakan publik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: