Sarwendah Mulai Muak, Kubu Ruben Onsu: Siapa yang Pertama Bawa Masalah ke Publik?
Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Ketika Sarwendah mulai merasa muak karena persoalannya dengan sang mantan suami terus dibawa ke ruang publik, kubu Ruben justru mengajak publik kembali melihat catatan mengenai siapa yang pertama kali membuat konflik tersebut diketahui masyarakat.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menanggapi anggapan bahwa pihaknya menjadi yang pertama membawa persoalan dengan Sarwendah ke ruang publik. Ia bahkan meminta timnya kembali membuka data dan catatan untuk menelusuri awal mula persoalan tersebut mencuat.
"Ngomong-ngomong, Bapak lupa ya, Bapak diingatkan itu kan banyak sekali omongan-omongan dari netizen gitu ya atau yang seolah-olah itu bahwa masalah Ruben Onsu klien kita ini, yang pertama kali membawa di ruang publik itu kita gitu ya. Coba Bapak diingatkan sebenarnya itu awalnya masalah ini jadi ke ruang publik itu seperti apa ya?" kata Minola, dikutip Minggu (20/9/2026).
Baca Juga: Kalau Ruben Onsu Masih Ogah Bayar Cicilan Rumah, Sarwendah Ancam Sita...
Anggota tim kuasa hukum Minola kemudian menyebut tanggal 14 November 2025 sebagai momen awal persoalan tersebut diberitakan ke publik.
"Pertama kali itu tanggal 14 November, 14 November tahun lalu, Pak," jawab anggota timnya.
Minola lantas menggali kembali persoalan yang disebut menjadi awal konflik antara Ruben dan Sarwendah hingga kemudian berkembang menjadi perkara hak asuh anak.
"Kalau nggak salah itu tentang kuasa hukum S, itu kesempatan tentang debt collector, masalah pinjaman mobil," ungkap anggota tim kuasa hukum.
Minola juga memberikan penjelasan dalam unggahannya mengenai alasan dirinya kembali membuka catatan tim. Ia ingin menelusuri fakta mengenai pihak yang pertama kali membawa persoalan tersebut ke hadapan publik.
"Melawan Lupa, kembali melihat data dan catatan team kami utk mencari fakta siapa yang pertama membawa masalah yang ada ke ruang publik," tulis Minola dalam caption postingannya.
Pernyataan kubu Ruben tersebut muncul setelah Sarwendah sebelumnya angkat bicara mengenai pemberitaan dan narasi yang berkembang terkait dirinya. Sarwendah mengaku selama ini memilih diam, tetapi merasa sikap tersebut justru digunakan untuk membangun narasi yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta.
Sarwendah bahkan menyampaikan surat terbuka kepada Minola Sebayang melalui unggahan di Instagram pribadinya. "Saya bikin video ini karena saya pikir diam adalah pilihan yang terbaik. Tapi, diam saya malah dipakai untuk membuat narasi-narasi yang tidak benar," kata Sarwendah.
Baca Juga: Ruben Onsu ke Sarwendah: Apakah Layak Ayah Dipisahkan dengan Anaknya Hanya Gara-gara Mualaf?
Dalam pernyataannya, Sarwendah membantah telah mempersulit Ruben untuk bertemu dengan anak-anak. Ia juga menyinggung kembali persoalan hasil tes kesehatan Ruben. Atas berbagai persoalan tersebut, Sarwendah meminta Minola lebih fokus terhadap proses hak asuh anak yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Sarwendah juga membuka ruang agar persoalan tersebut diselesaikan secara langsung tanpa harus terus melibatkan media.
"Kalau Anda seyakin itu, menang di pengadilan, tidak perlu Anda framing saya dengan narasi yang tidak benar. Cukup kasih bukti di pengadilan. Karena apa yang Anda lakukan sekarang bukan hanya berdampak kepada saya, tapi juga kepada anak-anak saya," imbuh Sarwendah.
Menurut Sarwendah, persoalan antara orang tua dan anak seharusnya tidak semakin melebar melalui berbagai narasi di ruang publik. Ia menilai pertemuan Ruben dengan anak-anak masih dapat dibicarakan secara langsung.
"Seharusnya Anda bisa menyelesaikan secara sederhana. Pertemukan ayahnya dengan anak-anaknya. Jangan buat narasi yang tidak benar, yang tidak pernah akan ada ujungnya," pungkas Sarwendah.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: