Integrasikan Audit dan Teknologi Laboratorium, SUCOFINDO Raih Indonesia Halal Awards
Kredit Foto: Istimewa
PT SUCOFINDO (PERSERO) meraih penghargaan Excellence in Integrated Halal Auditing and Laboratory Assurance dalam malam puncak Indonesia Halal Awards 2026 yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Minggu (20/9), di Trans Hotel Jakarta.
Penghargaan yang menjadi bagian dari rangkaian The 5th Summit of Halal-20 (H20) tersebut menempatkan SUCOFINDO sebagai salah satu penerima dari klaster Badan Usaha Milik Negara (BUMN). SUCOFINDO dinilai mampu mengintegrasikan pemeriksaan halal berbasis audit, pengujian laboratorium terakreditasi, serta sistem digital dalam satu layanan.
Penilaian dilakukan melalui proses penjurian berlapis oleh Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026 yang terdiri dari empat tokoh dengan latar kompetensi berbeda. Penilaian mencakup aspek halal science, tata kelola perusahaan, regulator dan kemitraan halal, hingga metodologi data riset dan pengelolaan penghargaan.
Dalam pertimbangannya, dewan juri menyoroti perpaduan kompetensi auditor, laboratorium terakreditasi, dan sistem digital yang dimiliki SUCOFINDO. Perpaduan tersebut dinilai menjadi pembeda karena pemeriksaan halal tidak hanya mengandalkan audit dokumen dan lapangan, tetapi juga dapat diperkuat dengan pengujian ilmiah.
SUCOFINDO, yang berdiri sejak 22 Oktober 1956, memiliki 130 auditor halal bersertifikat BNSP yang terdaftar di BPJPH. Perusahaan ini juga memiliki 93 titik layanan di seluruh Indonesia dan jaringan 68 laboratorium.
Salah satu kapabilitas yang menjadi perhatian dewan juri adalah laboratorium halal SUCOFINDO yang telah terakreditasi ISO/IEC 17025. Laboratorium tersebut menggunakan teknologi Droplet Digital PCR (ddPCR) untuk pengujian DNA porcine.
Melalui teknologi ddPCR, sampel uji dipecah menjadi ribuan tetesan mikroskopis atau droplets. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan akurasi dalam mendeteksi DNA porcine, berbeda dengan PCR konvensional maupun Real-Time PCR (qPCR).
Selain laboratorium halal, SUCOFINDO memiliki laboratorium pangan dengan pengujian penetapan kadar alkohol untuk produk minuman serta laboratorium farmasi dengan pengujian daya tembus air untuk produk farmasi. Kedua laboratorium tersebut juga telah terakreditasi ISO/IEC 17025 untuk mendukung audit sertifikasi halal.
Penguatan kelembagaan SUCOFINDO juga menjadi bagian dari pertimbangan penghargaan. BPJPH menetapkan SUCOFINDO sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) melalui SK Nomor 117 Tahun 2020. Status tersebut kemudian berkembang menjadi LPH Utama pada 17 Februari 2023, disusul sertifikat penambahan ruang lingkup LPH pada 2 Juli 2025 dengan cakupan nasional dan internasional yang mengacu pada standar ISO/IEC 17065.
Dari sisi digital, SUCOFINDO mengembangkan aplikasi SAHIH (Sistem Aplikasi Halal dan Informasi Halal) yang terhubung dengan SIHALAL, sistem resmi BPJPH untuk pendaftaran sertifikasi halal. SAHIH mengelola aliran data pemeriksaan mulai dari audit dokumen, audit lapangan, pengujian laboratorium jika diperlukan, hingga penyusunan laporan LPH.
Implementasi pemeriksaan halal SUCOFINDO juga mencakup berbagai segmen usaha. Di antaranya pemeriksaan halal pada jaringan gerai JCO Indonesia, pendampingan 50 UMKM mitra binaan Pertamina pada program 2023, pemeriksaan fasilitas logistik PT Mitsui-Soko Indonesia pada 2024, serta program pemeriksaan halal pada kantin DPR RI dan Resto Tuniang di Bali.
Anggota Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., mengatakan kemampuan menggabungkan audit halal dengan verifikasi berbasis laboratorium menjadi salah satu pertimbangan dalam penghargaan tersebut.
"Yang menempatkan SUCOFINDO pada kategori ini adalah kemampuannya menyambungkan dua kompetensi yang di banyak lembaga berjalan terpisah, yaitu audit halal berbasis dokumen dan lapangan dengan verifikasi ilmiah berbasis laboratorium," ujar Zilhadia.
Menurut dia, pengujian laboratorium diperlukan dalam kondisi tertentu, antara lain ketika terdapat dugaan kontaminasi silang bahan baku atau produk memiliki parameter kritis seperti alkohol dan turunan hewan.
Zilhadia juga menyoroti penggunaan teknologi ddPCR dalam mendeteksi jejak kontaminasi pada tingkat molekul. Menurutnya, kemampuan menghadirkan teknologi tersebut dalam ekosistem sertifikasi halal nasional menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dewan juri.
Sementara itu, Direktur Komersial PT SUCOFINDO (PERSERO) Agus Permadi mengatakan penghargaan tersebut menjadi momentum bagi LPH SUCOFINDO untuk terus mendukung pelaku usaha dan industri dalam menerapkan standar halal sesuai regulasi.
"Penghargaan ini menjadi momentum dan motivasi bagi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) SUCOFINDO untuk terus berkomitmen dalam mendukung dan mendampingi pelaku usaha maupun industri dalam mengimplementasikan standar halal sesuai dengan regulasi yang berlaku," kata Agus.
Agus mengatakan integrasi layanan pemeriksaan halal dan kapabilitas laboratorium diharapkan dapat membantu pelaku usaha memenuhi ketentuan halal secara tepat, transparan, dan sesuai regulasi. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk di pasar domestik maupun global.
"Sehingga melalui peran dan kapasitas serta kapabilitas tersebut, SUCOFINDO terus memperkuat kontribusinya dalam membangun ekosistem halal yang kredibel, berkualitas, dan berdaya saing, sekaligus mendukung pelaku usaha Indonesia untuk tumbuh dan berkembang di tengah semakin luasnya peluang pasar produk halal," tutup Agus.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat