Gandeng Pemkab Jayapura, CEO PT Palma Pertiwi Makmur Siapkan Proyek Percontohan Ketahanan Pangan Papua
Kredit Foto: Istimewa
Lahan-lahan tak produktif di Kabupaten Jayapura kini berpeluang menjadi motor penggerak ekonomi baru. Langkah ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Palma Pertiwi Makmur (PPM) dan Pemerintah Kabupaten Jayapura di Palma One, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Kesepakatan ini menjadi tahap awal rencana Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) melalui skema prakarsa badan usaha (unsolicited).
Kegiatan pada 8-9 Oktober 2026 ini beragendakan pembahasan dan penandatanganan KPBU Unsolicited Kedaulatan Pangan dan Energi Nasional berbasis pemanfaatan lahan tidak produktif dengan pendekatan holistik, agroforestri Silvopastura, Silvofishery, anatara PPM dengan Pemkab Jayapura.
Kerjasama ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen PPM, Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Kepala Bappeda, serta para kepala perangkat daerah terkait.
Kerja sama strategis bertajuk Kedaulatan Pangan dan Energi Nasional ini mengusung pendekatan terpadu seperti agroforestri, silvopastura, dan silvofishery untuk mengoptimalkan potensi lahan di daerah tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Direktur Utama PT Palma Pertiwi Makmur, Mardianto, menegaskan, keterlibatan swasta dalam pengelolaan potensi daerah merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan kebangsaan demi mewujudkan kemandirian pangan serta energi.
“Kerja sama ini adalah kewajiban kita sebagai bagian dari bangsa. Kita harus bisa berperan aktif dan berkontribusi bersama-sama dalam membawa tujuan bangsa ini ke depan, khususnya kami yang bergerak di sektor pangan dan energi untuk mewujudkan kemandirian,” ujar Mardianto, dalam siaran pers, Minggu (11/10/2026).
Mardianto menggarisbawahi pentingnya prinsip gotong royong antara pemerintah daerah dan badan usaha.
Menurutnya, percepatan pembangunan nasional tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi erat berbagai pemangku kepentingan.
Ia juga menyampaikan bahwa proyek kolaborasi di Jayapura ini merupakan bagian dari visi besar perusahaan yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.
“Kita bergerak tanpa terkecuali di 38 provinsi, jadi bukan hanya khusus untuk Jayapura. Kita bergerak untuk skala Indonesia,” lanjut Mardianto.
Jayapura Dijadikan Proyek Percontohan di Papua
Dalam skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) prakarsa badan usaha (unsolicited) ini, PPM menawarkan enam paket proyek terpadu.
Perwakilan PPM Regional Papua Raya, Imam Syafi’i, menyebutkan bahwa Kabupaten Jayapura diproyeksikan menjadi pilot project PPM untuk wilayah Papua.
“Ketahanan pangan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di sana. Apalagi untuk tanah-tanah tandus yang sebelumnya tidak bisa diolah, kini bisa kita kelola bersama PT Palma,” kata Imam.
Sementara itu, Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., menyambut positif kolaborasi awal ini dan berharap kerja sama tidak berhenti di atas kertas, tetapi berlanjut pada aksi nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Harapannya sangat jelas, yaitu mendorong proses pembangunan di Kabupaten Jayapura agar dapat mewujudkan keadilan, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,” ujar Yunus Wonda.
Sebagai langkah lanjutan setelah penandatanganan MoU, tim teknis dari PT Palma Pertiwi Makmur pada Jumat 9 Oktober 2026 ini, nantinya akan diterjunkan langsung ke lapangan guna melakukan kajian mendalam bersama dinas-dinas terkait di Kabupaten Jayapura.
Pada kesempatan yang sama, VP Regional Papua Raya PPM, Imam Syafei, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura menjadi langkah awal bagi PPM untuk mengembangkan program di wilayah Papua Raya, khususnya di Kabupaten Jayapura.
“Menurut saya, ini bukan sekadar tertarik, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk membangun daerah Papua. Oleh karena itu, kami hadir bersama PT Palma untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan di sana, khususnya terkait ketahanan pangan dan energi,” ujar Imam.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Jayapura diproyeksikan menjadi proyek percontohan (pilot project) PPM di Papua. Tahap pembahasan dan penandatanganan MoU menjadi bagian awal dari proses yang selanjutnya akan dikembangkan berdasarkan hasil kajian dan kebutuhan daerah.
“Ini adalah langkah awal bagi PT Palma untuk mulai membangun wilayah Papua Raya, khususnya di Kabupaten Jayapura. Setelah pembahasan yang berlangsung sejak kemarin hingga penandatanganan hari ini, Kabupaten Jayapura diproyeksikan menjadi pilot project kami di Papua,” katanya.
Imam menambahkan bahwa penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan lahan yang belum produktif berpotensi dikembangkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.
“Ketahanan pangan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di sana. Apalagi untuk tanah-tanah tandus yang sebelumnya tidak bisa diolah, kini bisa kita kelola bersama PT Palma,” ujarnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Redaksi
Tag Terkait: