Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Daftar Nama 150 Guru Besar yang Desak Gibran Mundur, 'Mengetuk Hati Presiden Prabowo Cegah Cacat Moral di Birokrasi Tertinggi'

Daftar Nama 150 Guru Besar yang Desak Gibran Mundur, 'Mengetuk Hati Presiden Prabowo Cegah Cacat Moral di Birokrasi Tertinggi' Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Forum Guru Besar Indonesia, yang terdiri dari ratusan profesor dari berbagai perguruan tinggi, menerbitkan surat terbuka pada 19 Oktober 2026 yang mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri. Himbauan moral ini merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 terkait dokumen ijazah.

Dalam surat tersebut, para guru besar menyatakan bahwa MK tidak menjatuhkan sanksi diskualifikasi karena alasan legal standing dan batasan prosedural. Namun, majelis hakim konstitusi dinyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan terkait keabsahan dokumen/ijazah luar negeri yang setara dengan SLTA/sederajat pada saat pendaftaran pemilihan presiden.

"Fakta hukum yang terungkap di lembaga peradilan tertinggi konstitusi ini membawa implikasi moral dan etis yang teramat berat bagi jalannya roda pemerintahan,” tulis Forum Guru Besar Indonesia dalam Surat Terbuka, dikutip Selasa (20/10).

Tiga Poin Keprihatinan Utama

Surat terbuka menyoroti tiga isu utama:

1. Runtuhnya keteladanan dan etika bernegara

Syarat pendidikan minimal disebut sebagai batas administratif paling mendasar. Menurut forum, ketiadaan keabsahan dokumen tersebut melanggar asas kepatutan, kejujuran, dan keteladanan. Mereka merujuk pada Ketetapan MPR No. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa yang menekankan kewajiban pejabat publik mundur jika tindakannya memicu kontroversi moral.

2. Krisis legitimasi di mata generasi muda dan institusi pendidikan

Para akademisi mempertanyakan bagaimana mereka bisa menanamkan integritas akademik dan kepatuhan hukum kepada mahasiswa jika posisi wakil presiden dianggap cacat secara administratif. Hal ini dinilai berpotensi menjadi preseden buruk bagi pendidikan nasional.

3. Beban politik bagi Presiden dan stabilitas nasional

Forum menilai ketiadaan legitimasi moral akan terus menjadi polemik yang mengikis kredibilitas pemerintah di tingkat domestik maupun internasional. Mereka menekankan pentingnya kepemimpinan yang fokus pada keadilan dan kesejahteraan rakyat tanpa tersandera krisis kepercayaan publik.

Desakan Pengunduran Diri Sukarela

Forum Guru Besar Indonesia menghimbau Gibran untuk “mengambil langkah kesatria dan berjiwa besar” dengan mengundurkan diri secara sukarela. Langkah tersebut, menurut mereka, akan dicatat sejarah sebagai pengorbanan politik terhormat demi menjaga marwah konstitusi dan etika berbangsa.

Surat juga mengetuk pintu hati Presiden Prabowo Subianto agar melihat persoalan ini sebagai ujian komitmen mencegah cacat moral di birokrasi tertinggi. Kepada Joko Widodo, forum berharap kearifan sebagai negarawan untuk memberikan pandangan jernih demi kehormatan keluarga dan masa depan demokrasi Indonesia.

Surat terbuka ditandatangani atas nama inisiator yang antara lain Prof. M. Din Syamsuddin, Prof. Ryaas Rasyid, Prof. Ganjar Kurnia, Prof. Idrus Paturusi, Prof. Nuhfil Hanani, Prof. M. Nasih, dan sejumlah guru besar lainnya, disertai daftar panjang nama-nama profesor dari berbagai disiplin ilmu.

"Dengan ini kami menghimbau dan mendesak Saudara Gibran Rakabuming Raka untuk segera mengambil langkah kesatria dan berjiwa besar dengan menyatakan Mengundurkan Diri dari jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia. Langkah pengunduran diri secara sukarela tidak akan mengecilkan arti keberadaan Saudara, melainkan akan dicatat oleh sejarah sebagai sebuah pengorbanan politik yang terhormat demi menyelamatkan marwah konstitusi serta etika berbangsa dan bernegara di negeri tercinta Indonesia,"

"Kami berterima kasih atas pengabdian Saudara selama ini. Semoga bermanfaat bagi bangsa dan negara. Kami juga mengetuk pintu hati Presiden Prabowo Subianto untuk melihat persoalan ini bukan sekadar dinamika politik, melainkan ujian pertama atas komitmen Presiden mencegah cacat moral di birokrasi tertinggi. Begitu pula kepada Saudara Joko Widodo, kami berharap kearifan dan kebijaksanaan Saudara sebagai seorang negarawan untuk ikut memberikan pandangan yang jernih demi menyelamatkan kehormatan keluarga sekaligus masa depan sejarah demokrasi Indonesia.

Demikian "Himbauan Moral" ini kami sampaikan.

Jakarta, 19 Oktober 2026

Hormat kami,

Forum Guru Besar Indonesia

Surat Terbuka ini kami tembuskan kepada yth. Presiden Prabowo Subianto dam Saudara Joko Widodo

Atas Nama Inisiator:

1. Prof. M. Din Syamsuddin

2. Prof. Ryaas Rasyid

3. Prof. Ganjar Kurnia

4. Prof. Idrus Paturusi

5. Prof. Nuhfil Hanani

6. Prof. M. Nasih

7. Prof. Amran Razak

8. Prof. La Ode M. Aslan

9. Prof. Rochmat Wahab

10. Prof. Connie Rahakundini Bakrie

11. Prof. Nandang Sutrisno

12. Prof. Fathul Wahid

13. Prof. Lukman Hakim

Nama-nama Guru Besar Indonesia lainnya

14. Prof. A. Zaenurrosyid

15. Prof. Abdul Basit

16. Prof. Abdul Haris Fatgehipon

17. Prof. Abrar

18. Prof. Achmad Nurmandi

19. Prof. Adam Wiryawan

20. Prof. Adang Djumhur Salikin

21. Prof. Agus Taufiq

22. Prof. Ahmad Badawi Saluy

23. Prof. Ahmad Sarbini

24. Prof. Akbar Silo

25. Prof. Alaiddin Koto

26. Prof. Ali Maksum

27. Prof. Aminuddin Ilmar

28. Prof. Aminuddin Mane Kandari

29. Prof. Amung Ma'mun

30. Prof. Andi Faisal Bakti

31. Prof. Andi Iqbal Burhanuddin32. Prof. Apridar

33. Prof. Armin

34. Prof. Asep Usman Ismail

35. Prof. Asmawi

36. Prof. Asna Husin

37. Prof. Bambang Irawan

38. Prof. Budi Santoso

39. Prof. Budi Setiadi Daryono

40. Prof. Bukhori Abdul Shomad

41. Prof. Bunyamin Maftuh

42. Prof. Burhanuddin

43. Prof. Chairul A. Nidom

44. Prof. Dedy Takdir Syaifuddin

45. Prof. Denny Indrayana

46. Prof. Deti Nurhayati

47. Prof. Didin Nurul Rosidin

48. Prof. Didin Saripudin

49. Prof. Dikdik Zafar Sidik

50. Prof. Dimyati

51. Prof. Djawahir Hejzziey

52. Prof. Dradjad Irianto

53. Prof. Dwi Agus Sudjimat

54. Prof. Elimartati

55. Prof. Endang Sutisna Sulaeman

56. Prof. Enjang Akhmad Juanda

57. Prof. Fauzan Saleh

58. Prof. Fauziyah Harahap

59. Prof. Firman D. Syah

60. Prof. Ghozali Maski

61. Prof. Hadi Machmud

62. Prof. Heni Noviarita

63. Prof. Herri

64. Prof. Heru Kurnianto Tjahjono

65. Prof. Heru Susetyo

66. Prof. Hesti Armiwulan Sochmawardiah

67. Prof. Ibrahim Siregar

68. Prof. Imam Suprayogo

69. Prof. Irza Sukmana

70. Prof. Jarnawi Afgani Dahlan

71. Prof. Kusman Ibrahim

72. Prof. La Rianda Baka

73. Prof. La Rianda Baka

74. Prof. Lukman Asha

75. Prof. Luqman Hakim

76. Prof. M. Aswin

77. Prof. M. Furqon

78. Prof. M. Janib Achmad

79. Prof. M. Sihab Ridwan

80. Prof. M. Syaom Barliana

81. Prof. Mahsun82. Prof. Mahyuddin Barni

83. Prof. Mahyuddin K. M. Nasution

84. Prof. Mas Yedi Sumaryadi

85. Prof. Masruchin Rubai

86. Prof. Memed Sueb

87. Prof. Mhd. Buhari Sibuea

88. Prof. Moch. Qasim Mathar

89. Prof. Moch. Tolchah

90. Prof. Muhajir Utomo

91. Prof. Muhamad Syamsudin

92. Prof. Muhammad Chirzin

93. Prof. Muhammad Nur

94. Prof. Muharram

95. Prof. Mukti Ali

96. Prof. Muzakkir

97. Prof. Nadjib Bustan

98. Prof. Naelati Tubastuvi

99. Prof. Noermijati

100. Prof. Normuslim

101. Prof. Nur Hadi Ihsan

102. Prof. Nurdin Saidi

103. Prof. Nurman

104. Prof. Nurul Barizah

105. Prof. Ridha Dharmajaya

106. Prof. Rofiaty

107. Prof. Rosdanelli Hasibuan

108. Prof. Roslina Alam

109. Prof. Rukmina Gonibala

110. Prof. Sardjuningsih

111. Prof. Sariffudin Fatmona

112. Prof. Selamat Triono Ahmad

113. Prof. Setyo Widagdo

114. Prof. Siswanto Masruri

115. Prof. Sri Puryono KS

116. Prof. Sri Zul Chairiyah

117. Prof. Suadi Sa'ad

118. Prof. Subandi

119. Prof. Sudarminto S. Yuwono

120. Prof. Sugeng Purwanto

121. Prof. Sugiyanto

122. Prof. Suhadi Ibnu

123. Prof. Suhana

124. Prof. Sukarmi

125. Prof. Sukirno

126. Prof. Sukron Kamil

127. Prof. Sumantri

128. Prof. Suparman Marzuki

129. Prof. Supiana

130. Prof. Suradi Wijaya Saputra.

131. Prof. Suyata132. Prof. Syafiuddin

133. Prof. Syafrial

134. Prof. Syafruddin

135. Prof. Syafruddin Syarif

136. Prof. Syahidin

137. Prof. Syahrir Mallongi

138. Prof. Tajul Arifin

139. Prof. Takdir Rahmadi

140. Prof. Triyo Supriyatno

141. Prof. Umar Burhan

142. Prof. Unti Ludigdo

143. Prof. Wahyudi

144. Prof. Widiastuti

145. Prof. Yaslis Ilyas

146. Prof. Yayan Rahtikawati

147. Prof. Yayan Sopyan

148. Prof. Yeni Huriani

149. Prof. Yusri Yusuf

150. Prof. Zainal Muttaqi

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat