Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menperin Sentil Pembangunan Data Center, Jangan Sampai Serobot Air Warga!

Menperin Sentil Pembangunan Data Center, Jangan Sampai Serobot Air Warga! Kredit Foto: PLN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengingatkan kebutuhan air dan listrik perlu menjadi pertimbangan utama dalam penempatan pusat data atau data center. Pasalnya, fasilitas tersebut membutuhkan daya dukung besar yang berpotensi memicu konflik penggunaan air dengan kawasan permukiman jika tidak direncanakan secara matang.

Sarmuji mengusulkan agar pusat data ditempatkan di klaster khusus dengan dukungan infrastruktur yang memadai. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah lokasi dekat pantai sehingga kebutuhan airnya bisa dipenuhi melalui teknologi desalinasi air laut.

"Itu harus ditempatkan di tempat yang agak khusus sebenarnya. Kalau bisa data center di klaster. Karena membutuhkan daya dukung yang besar, listrik, air terutama," kata Sarmuji saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, kebutuhan air untuk operasional pusat data perlu diperhitungkan agar tidak berbenturan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

"Ya, kita jangan sampai data center itu rebutan air dengan kawasan perumahan atau pemukiman, itu nanti akan jadi konflik," ujarnya.

Dia menambahkan, pemilihan lokasi pusat data perlu mempertimbangkan sumber pasokan air yang dapat menopang operasionalnya. Kedekatan dengan pantai menjadi salah satu opsi yang dapat dikaji untuk memungkinkan pemanfaatan air laut melalui proses desalinasi.

"Jadi perlu satu tempat khusus, mungkin lebih dekat dengan pantai supaya airnya berasal dari desalinasi air laut dan lain sebagainya, harus dipikirkan sampai ke sana," kata Sarmuji.

Baca Juga: Permintaan Listrik Data Center dan AI Tambah Kebutuhan Kapasitas Pembangkit hingga 90 GW

Baca Juga: Bahlil Sebut Kebutuhan Listrik Data Center RI Bisa Tembus 20 GW

Sebelumnya, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Ma'ruf Maulana berharap pusat data dapat ditempatkan di kawasan industri. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut di dalam kawasan industri dapat memudahkan pengawasan sekaligus mendukung penyediaan kebutuhan infrastruktur, termasuk air dan listrik.

Namun, Sarmuji menekankan penempatan pusat data tetap perlu dirancang secara khusus dengan mempertimbangkan kebutuhan sumber daya dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Dengan demikian, pengembangan pusat data tidak hanya perlu memperhitungkan ketersediaan lahan dan infrastruktur digital, tetapi juga keberlanjutan pasokan air dan listrik agar tidak menimbulkan persoalan dengan masyarakat.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan