Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Puji-pujian Putin ke Elon Musk: Dia Adalah Seorang Jenius Sejati

Puji-pujian Putin ke Elon Musk: Dia Adalah Seorang Jenius Sejati Kredit Foto: Instagram/Elon Musk
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan pujian kepada Elon Musk di tengah upaya Moskow mengembangkan jaringan komunikasi satelit untuk kepentingan militer. Tak hanya mengagumi kemampuan miliarder Amerika Serikat tersebut, Putin juga mengungkapkan bahwa Rusia telah menjalin kontak dengan pihak yang mengendalikan Starlink.

Pernyataan itu disampaikan Putin saat menghadiri pertemuan puncak bersama para pemimpin Afrika di Moskow. Ia membandingkan jaringan satelit Starlink milik SpaceX dengan proyek konstelasi satelit Rusia, Rassvet, yang masih dalam tahap awal pengembangan.

“Elon Musk adalah seorang jenius, jenius sejati,” kata pemimpin Rusia itu, menurut kantor berita Tass. “Berapa banyak satelit yang dia miliki di orbit? Lebih dari 5.000, dan kita baru memulai langkah pertama.”

Baca Juga: Survei 2 Tahun Prabowo: Kepuasan Tertinggi dari Kelompok Tak Tamat SD

Padahal, jumlah satelit SpaceX yang aktif diperkirakan telah mencapai sekitar 10.000 unit. Jaringan tersebut menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi yang belakangan menjadi pusat perselisihan diplomatik antara Musk, Amerika Serikat, dan Ukraina.

Ketegangan itu berkaitan dengan pembatasan mendadak terhadap Starshield, versi militer Starlink, pada suatu malam di pertengahan Oktober. Pembatasan tersebut dilaporkan membuat Ukraina tidak dapat melakukan serangan menggunakan drone jarak menengah dan turut menghambat sejumlah sistem pertahanan udara antidrone.

Pada awalnya, Musk yang dikenal sebagai sekutu Presiden AS Donald Trump membantah telah memerintahkan pembatasan kecepatan koneksi internet. Namun, pada akhir pekan lalu, ia mengakui telah menutup celah yang memungkinkan Starlink sipil digunakan oleh militer.

Situasi tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh Musk terhadap teknologi komunikasi yang digunakan dalam perang Ukraina. Kendalinya atas jaringan satelit itu bahkan memunculkan pertanyaan mengenai seberapa besar pengaruh sang miliarder terhadap Gedung Putih dan arah dukungan terhadap Kyiv.

Di tengah situasi tersebut, Putin tampak berupaya membangun hubungan baik dengan Musk. Ia menyebut komunikasi dengan mitra Amerika Serikat, termasuk pemilik SpaceX tersebut, penting untuk menjaga ketertiban penggunaan teknologi di orbit.

“Kami menjalin kontak erat dengan mitra Amerika kami – termasuk Bapak Musk – karena sangat penting, di orbit, untuk tidak saling mengganggu dan menjaga tingkat disiplin dan ketertiban tertentu,” kata Putin.

Sementara itu, Rusia masih berupaya membangun sistem komunikasi satelit alternatif melalui proyek Rassvet. Namun, dengan perkiraan baru sekitar 26 satelit yang beroperasi, kapasitas jaringan tersebut masih terbatas. Starlink sendiri tidak berfungsi di Rusia, sedangkan penggunaannya oleh pasukan Rusia di wilayah Ukraina juga telah dibatasi sejak awal tahun ini.

Di sisi lain, Ukraina sempat mengalami gangguan layanan selama sekitar 10 hari. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada pekan lalu mengumumkan bahwa layanan Starlink dan Starshield telah kembali beroperasi.

Meski layanan telah dipulihkan, belum banyak pihak yang meyakini persoalan tersebut benar-benar selesai. Hubungan Zelenskyy dan Trump masih tegang menjelang pemilihan paruh waktu AS pada Selasa depan. Trump juga telah menghubungi Putin dan menyetujui pembelian solar dari Moskow pada awal Oktober dalam upaya menekan harga minyak sebelum warga Amerika memberikan suara.

Di tengah dinamika tersebut, peluang perundingan damai antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat kembali menjadi perhatian. Zelenskyy pada Rabu menyampaikan harapannya agar pembicaraan trilateral yang diusulkan dapat berlangsung pada 6 hingga 10 November di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, setelah pemilihan paruh waktu AS.

“Kami sedang menunggu pihak Amerika. Saya pikir mereka akan siap dengan semua jawaban setelah pemilihan,” kata pemimpin Ukraina itu dalam konferensi pers di Den Haag bersama perdana menteri Belanda, Rob Jetten.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: