Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Resmikan Jembatan Baru, Rusia dan Korut Pamer Kedekatan Putin-Kim Jong Un

Resmikan Jembatan Baru, Rusia dan Korut Pamer Kedekatan Putin-Kim Jong Un Kredit Foto: Reuters/Sputnik/Sergey Guneev
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rusia dan Korea Utara meresmikan jembatan jalan raya pertama yang menghubungkan kedua negara di wilayah perbatasan pada Senin (7/9). Jembatan tersebut melintasi Sungai Tumen yang menjadi bagian dari perbatasan Rusia dan Korea Utara.

Pemerintah Rusia menyatakan jembatan itu dibangun untuk mengakomodasi peningkatan lalu lintas barang dan penumpang antara kedua negara. Infrastruktur tersebut diperkirakan mampu dilalui hingga 300 kendaraan setiap hari.

Jembatan baru itu diharapkan dapat meningkatkan konektivitas transportasi sekaligus mendorong hubungan perdagangan antara Rusia dan Korea Utara. Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menyebut peresmian jalur tersebut akan semakin memperkuat hubungan kedua negara.

"Peluncuran jalur mobil pertama ini akan semakin memperkuat hubungan antara negara-negara sahabat kita," kata Mishustin melalui tautan video dalam upacara peresmian. Dikutip Channel News Asia, video yang dipublikasikan pemerintah Rusia menunjukkan sejumlah truk dari kedua negara melintasi jembatan tersebut.

Warga yang berdiri di sepanjang jalan terlihat bertepuk tangan saat kendaraan melintas. Sebelumnya, Rusia dan Korea Utara telah memiliki hubungan transportasi melalui jalur kereta api dan penerbangan.

Namun, jembatan baru tersebut menjadi jalur jalan raya pertama yang menghubungkan Rusia dan Korea Utara. Kehadiran infrastruktur itu menjadi tambahan jalur transportasi di tengah semakin eratnya hubungan kedua negara.

Hubungan Rusia dan Korea Utara semakin erat sejak Rusia melancarkan perang di Ukraina. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara meningkatkan kerja sama di bidang militer dan ekonomi.

Korea Utara mengirim ribuan pasukan ke Rusia pada 2024 untuk membantu Moskow menghadapi serangan Ukraina di wilayah Kursk. Ukraina juga menuduh Rusia menggunakan rudal Korea Utara dalam serangan terhadap wilayahnya.

Baca Juga: AS Susah Payah Hancurkan Iran, Rusia dan China Makin Solid

Rusia dan Korea Utara kemudian menandatangani perjanjian pertahanan pada 2024. Perjanjian tersebut mengatur dukungan timbal balik jika salah satu negara menghadapi serangan.

Di sisi lain, Korea Utara tetap menjadi salah satu negara paling terisolasi di dunia dengan pembatasan ketat terhadap perjalanan warganya ke luar negeri dan pengawasan terhadap wisatawan asing. Meski jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung meningkat dalam beberapa tahun terakhir, Pyongyang tetap dapat menutup perbatasannya secara mendadak sehingga akses keluar-masuk negara tersebut masih terbatas.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy