Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Ekonomi - Bank Dunia nilai dinamika politik Indonesia terkini tidak terlalu pengaruhi iklim investasi.
  • Cyber - Kementerian BUMN dan Telkom menyatakan siap untuk jadi pelaksana Badan Cyber Nasional.
  • Cabai - Harga cabai di pasar-pasar di Pangkalpinang bergerak turun.
  • Freeport - Kementerian BUMN ingin cepat beli saham dari Freeport Indonesia sebanyak 51 persen sesuai PP 1/2017. 
  • Pelindo III - Pelindo III tambah kekuatan alat produksi berupa 15 unit kapal tunda.

Selama Setahun Berjalan, MEA Belum Memberikan Dampak Signifikan

Foto Berita Selama Setahun Berjalan, MEA Belum Memberikan Dampak Signifikan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang telah berjalan selama setahun terakhir, bisa membuka potensi ekonomi Indonesia dalam bidang perdagangan maupun investasi.

"Untuk itu, Indonesia dengan negara ASEAN lainnya, perlu lebih erat lagi dalam membangun kerja sama guna meningkatkan konektivitas infrastruktur antarnegara dan menjamin mobilitas tenaga kerja yang makin terbuka," kata Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Maxensius Tri Sambodo di Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Maxensius menjelaskan, dari sisi perdagangan, dampak dari MEA belum terasa, karena porsi ekspor Indonesia ke negara ASEAN pada 2015 ke 2016 hanya mengalami kenaikan dua persen, yaitu dari 20 persen ke 22 persen dari total ekspor nonmigas.

"MEA belum memberikan dampak signifikan. Bisa kita lihat ekspor kita cuma naik dua persen dan impor tidak berubah banyak. Hal ini terjadi karena memang mitra kita di ASEAN sedang melakukan konsolidasi ekonomi dan politik, seperti Filipina, Thailand dan Malaysia," tuturnya.

Namun, posisi Indonesia yang saat ini mengalami surplus perdagangan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya merupakan potensi untuk meningkatkan kinerja ekspor impor, apalagi saat ini terjadi perlemahan permintaan karena perekonomian global yang melambat.

"Posisi Indonesia yang surplus, menunjukkan Indonesia masih memiliki potensi besar untuk melakukan penetrasi dan diversifikasi pasar di ASEAN," ujar Maxensius.

Dari sisi investasi, Indonesia bisa mendorong proporsi dan memanfaatkan peluang investasi ke kawasan ASEAN lainnya, seperti yang telah dilakukan ke Vietnam, melalui pembangunan pabrik semen maupun sektor properti.

"Kita diminta tidak hanya menunggu masuknya aliran barang dan jasa dari negara lain, tapi juga harus proaktif membangun komunitas masyarakat ASEAN dengan mengembangkan investasi kita. Dengan demikian mobilitas maupun konektivitas akan semakin baik," imbuhnya.

Maxensius menambahkan investasi yang berpotensi berkembang di masa depan untuk kawasan ASEAN adalah industri manufaktur serta sektor keuangan maupun transportasi, tidak hanya di sektor primer yang selama ini lebih mendominasi.

Secara keseluruhan, upaya mendorong investasi Indonesia ke kawasan ASEAN sangat penting untuk meningkatkan potensi ekonomi nasional, apalagi kegiatan investasi dari negara Asia Tenggara ke Indonesia sudah diatas 50 persen, terutama dari Singapura. (Ant)

Tag: Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: En.wikipedia.org

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55