Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Bank Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) meluncurkan program "Perempuan Bagi Bangsa" untuk mendorong pemberdayaan ibu rumah tangga dan remaja putri dalam menunjang proses inklusi keuangan.
"Kami memberikan dana bergulir kepada ibu-ibu pengusaha mikro dengan jumlah pinjaman mulai dari Rp1 juta sampai Rp5 juta dan bunga yang cukup terjangkau," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/10/2016).
Program yang telah diinisiasi sejak Juni 2015 dan akan berlangsung hingga 2018 itu menyasar pemberian kredit mikro kepada 3.000 ibu-ibu di Jakarta dan Tangerang, serta pelatihan kewirausahaan bagi 2.000 remaja putri.
Menurut Mirza, program sosial ini ditujukan untuk memperkuat peran Bank Indonesia sebagai penggerak sistem keuangan inklusif melalui upaya pemerataan kesejahteraan.
Dalam hal ini, masyarakat berpendapatan rendah didorong agar mengenal akses keuangan untuk mendapatkan modal usaha, membuka tabungan, dan memperoleh ilmu mengelola usaha.
"Di sinilah pentingnya pemberdayaan perempuan yaitu untuk mengentaskan (kemiskinan) dan membuat para ibu rumah tangga mengerti bagaimana memiliki usaha mikro," kata Mirza.
Untuk menyukseskan salah satu program sosial ini, Bank Indonesia mengalokasikan dana Rp7 miliar dengan proses implementasi yang dilakukan oleh YACB sebagai mitra.
"Targetnya sudah tercapai, sebanyak 3.000 ibu-ibu sudah mendapat manfaat kredit mikro dan 700 orang diantaranya sudah mendapat pelatihan. Dana tersebut juga sudah digunakan untuk pelatihan kewirausahaan kepada 700 dari total 2.000 target remaja putri," tutur Founder dan CEO YACB Veronica Colondam.
Menurut dia, pelaksanaan program "Perempuan Bagi Bangsa" dilatarbelakangi fakta bahwa 9,3 persen perempuan di Jakarta tidak memiliki pekerjaan dan masuk dalam golongan pengangguran terbuka.
Program ini juga bertujuan meningkatkan pendapatan warga yang bermukim di wilayah padat atau kumuh, yang sebagian besar merupakan penduduk miskin dengan pengeluaran per hari sebesar dua dolar Amerika Serikat atau kurang menurut klasifikasi Bank Dunia.
"Dengan program ini, masyarakat yang rata-rata pendapatannya Rp1,8 juta per bulan bisa bertambah hingga sekitar Rp3 juta melalui pinjaman modal dan pendampingan selama enam bulan oleh kami," kata Veronica. (Ant)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Vicky Fadil
Tag Terkait: