Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Perdagangan saham bank Italia Monte dei Paschi telah dihentikan sementara setelah jatuh 23 persen. Hal tersebut terjadi setelah pemberi pinjaman yang sedang mengalami krisis tersebut menerbitkan rencana turn around yang awalnya menyebabkan saham rally hingga 26,5 persen. Namun banyak yang menilai jika rencana tersebut dapat berhasil atau justru gagal.
Bank ketiga terbesar di Italia tersebut mengatakan akan mengurangi jumlah kredit macet, memberhentikan satu dari 10 pekerja serta mengumpulkan dana hingga ? 5 miliar. Bank Sentral Eropa telah memerintahkan Monte dei Paschi untuk mengurangi kredit macet pada bulan April.
"Ada banyak spekulasi menjelang rencana bank, di tengah rumor dan kebocoran yang mungkin akan menarik minat investor baru. Kami akan segera mengetahui jika rencana tersebut dapat dicapai dan berkelanjutan," kata Vincenzo Longo, ahli strategi untuk IG Markets di Milan, seperti dikutip dari laman BBC di Jakarta, Rabu (26/10/2016).
Kekhawatiran semakin meningkat pada bank Italia tersebut, manakala banyak yang terbebani oleh kredit macet yang besar dan dianggap sebagai risiko ekonomi yang lebih luas.
Sebelumnya, empat lembaga pemberi pinjaman telah mendapatkan dana talangan dari investor pada Desember lalu dan kini pemerintah mencari solusi yang sama untuk menyelesaikan masalah bank Monte de Paschi.
Monte dei Paschi adalah salah satu bank yang berada di pusat krisis, dan telah dianggap sebagai bank dengan kinerja terburuk di Eropa dalam tes stres baru-baru ini yang digelar oleh Uni Eropa.
Pada hari Selasa, Monte de Paschi melaporkan kerugian bersih sebesar ? 1,15 miliar di kuartal ketiga, dibandingkan dengan laba bersih sebesar ? 255,8 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. Besarnya kerugian disebabkan oleh kredit macet sebesar ? 1,3 miliar pada periode tersebut. Sebelum melaporkan kinerja kuartalan, saham bank telah kehilangan hampir 75 persen dari nilai mereka sejak awal tahun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Cahyo Prayogo
Tag Terkait: