Punya Peran Vital, BI: Perbankan Harus Aktif Sukseskan Asean Games
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Kalangan perbankan di Sumatera Selatan harus aktif dalam menyukseskan Asian Games ke-18 yang akan digelar di Palembang dan DKI Jakarta tahun 2018 karena memiliki peran vital sebagai pemberi layanan jasa keuangan dan penyokong modal kerja.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Hamid Ponco di Palembang, Rabu, mengatakan keaktifan ini harus dibuktikan dengan menambah dan memperbaiki infrastruktur, mendorong realisasi kredit modal kerja, hingga mengeluarkan suatu produk yang kaya inovasi dan ide kreatif.
"Dibutuhkan suatu tekad yang kuat dari kalangan perbankan, sehingga akan muncul suatu ide kreatif dan penuh inovatif sehingga saat Asian Games digelar akan terasa sekali perbedaannya, terutama pada layanan digital," kata dia.
Ia mengemukakan, layanan berbasis digital ini patut menjadi perhatian karena saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat, bahkan bukan hanya di kota tapi juga sudah merambah pedesaan berkat keberadaan jaringan telekomunikasi telepon seluler.
"Sebagai tuan rumah Asian Games, tentunya bukan hanya infrastruktur jalan dan fasilitas pertandingan yang dibutuhkan tapi juga layanan perbankannya. Karena ini sifatnya sudah internasional, maka sebaiknya mengikuti perkembangan seperti menyediakan layanan ATM yang bisa digunakan nasabah bank asing," ujar dia.
BI menilai sejumlah pembangunan infrastruktur pendukung Asian Games XVIII telah mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan di atas 5 persen atau sesuai dengan proyeksi secara nasional pada tahun lalu, dan diharapkan akan berlanjut pada 2016.
Kondisi positif ini sepatutnya dimanfaatkan perbankan di Sumsel. Pertumbuhan ekonomi Sumsel masih terjaga dikisaran 5,13 persen pada triwulan II/2016 meski daerah ini terpengaruh penurunan harga komoditas.
"Pembangunan infrastruktur mulai gencar sejak akhir tahun 2015 dan secara simultan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Sumsel. Pada triwulan I sudah naik 4,94 persen sedangkan angka rata-rata nasional 4,92 persen," kata dia.
Sejumlah mega proyek telah terealisasikan yakni pembangunan LRT yang akan menyerap dana APBN sekitar Rp7,2 triliun, Jembatan Musi IV dan Jembatan Musi VI, dan Jalan Tol Palindera yang masuk koridor Trans Sumatera. Sementara, jalur kereta api ganda dari Lubuk Linggau hingga ke Pelabuhan Tanjung Api-Api yang diperkirakan menelan dana Rp11,1 triliun masih menunggu investor.
Kemudian, Kawasan Ekonomi Khusus yang akan dibangun di lahan seluas 12 ribu hektare dengan biaya sekitar Rp54,2 triliun. Lantaran itu, Sumsel masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonominya meski saat ini sektor komoditas karet yang menjadi andalan sedang terpuruk akibat pengaruh krisis ekonomi global.
Sementara itu, berdasarkan data BPS diketahui pada triwulan III/2016 pertumbuhan ekonomi Sumsel mencapai 4,92 persen, atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 4,68 persen.
"BI memprediksi perkembangan masih akan positif hingga akhir tahun," kata dia. (Ant).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Leli Nurhidayah
Tag Terkait: