Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BI: Kenaikan Harga Properti Diperkirakan Melambat

        BI: Kenaikan Harga Properti Diperkirakan Melambat Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Indonesia (BI) memprediksi kenaikan harga properti residensial masih akan melambat pada kuartal IV/2016.? Tecermin dari indeks harga properti residensial secara kuartalan yang masih mengalami kenaikan (0,28%) namun melambat dibandingkan 0,36% pada kuartal III/2016.?

        Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, secara tahunan harga properti residensial meningkat sekitar 2,29%, melambat dibandingkan 2,75% pada kuartal sebelumnya.

        ?Sementara, sebagian besar konsumen berpendapat bahwa faktor utama yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis properti adalah suku bunga KPR, uang muka rumah, kenaikan harga bahan bangunan, serta perizinan dan pajak,? ujar Tirta dalam keterangan tertulisnya kemarin.?

        Di sisi lain, harga properti residensial pada kuartal III/2016 tumbuh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Tercermin dari indeks harga properti residensial pada kuartal III? yang berada pada level 193,83 atau meningkat 0,36% (qtq) namun melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.?

        Menurut Tirta, kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja merupakan faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial. Adapun secara tahunan, harga properti residensial pada kuartal III / 2016 mengalami kenaikan yang melambat. ?Kenaikan residensial secara tahunan tercatat sebesar 2,75% melambat dibandingkan 3,39% pada kuartal II 2016,? imbuh Tirta.?

        Sementara, peningkatan penjualan properti tercermin dari meningkatnya penyaluran kredit oleh perbankan. Dia mengungkapkan, total KPR dan KPA pada kuartal III/ 2016 tercatat sebesar Rp352,65 triliun atau tumbuh 0,48% (qtq), menurun dibandingkan 3,56% (qtq) di kuartal sebelumnya.?

        Sedangkan, pertumbuhan total kredit perbankan justru mengalami penurunan menjadi -0,52% (qtq) setelah mengalami pertumbuhan 5,24% (qtq)? pada kuartal sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Boyke P. Siregar
        Editor: Boyke P. Siregar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: