Kredit Foto: Fajar Sulaiman
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis jika rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan/ NPL perbankan di tahun depan akan membaik. Meski sempat menurun, namun hingga Oktober 2016 NPL perbankan masih cukup besar yakni 3,1 persen.
Ketua Dewan Komisiomer OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, besaran NPL itu lebih disebabkan oleh sisa NPL tahun 2015 di mana sektor pertambangan terpukul cukup berat waktu itu.
"Saya optimis akan improve, karena sebetulnya NPL yg ada saat ini sisa tahun 2015. Terutama ketika sektor tambang terpukul cukup berat pada waktu itu," ujar Muliaman di Jakarta, Selasa (29/11/2016).
Oleh karena itu, lanjut Muliaman, tahun 2016 ini bank-bank lebih berhati-hati menyalurkan kredit khususnya untuk sektor pertambangan. "Praktis di tahun 2016 ini semua bank sangat hati-hati, oleh karena itu pertumbuhan kredit lebih rendah," tuturnya.
Untuk itu, beberapa bank terpaksa memperbesar pencadangan kredit bermasalah yang berakibat tergerusnya pendapatan bank. Meskipun begitu, OJK menganggap langkah ini sebagai upaya menyehatkan kondisi perbankan dari tekanan NPL.
"Kemudian bank juga membentuk cadangan yg besar, sehingga kalau kita lihat tren agak menurun. Tetapi itu istilahnya menyehatkan. Kurus tapi menyehatkan karena kemudian risiko-risiko kredit sudah tercover," jelas dia.
Dirinya berharap jika NPL untuk tahun depan bisa diturunkan ke level di bawah tiga persen. Sementara hingga akhir tahun ini, penurunan NPL menjadi tiga persen saja sudah lebih bagus dan dianggap prestasi. "Nanti ya. kita harapkan turun sampai 3 persen saja itu sudah prestasi yang bagus," imbuhnya.
Sekadar catatan, rasio NPL perbankan per Oktober tercatat sebesar 3,10 persen, turun dibanding posisi Agustus 2016 sebesar 3,22 persen. Sedengkan pertumbuhan kredit perbankan per September 2016 yang tercatat sebesar 6,47 persen (yoy), turun dari pertumbuhan kredit pada Agustus 2016 di level 6,83 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Rahmat Patutie
Tag Terkait: