Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lampu Merah! Defisit APBN Sentuh Rp289 Triliun

        Lampu Merah! Defisit APBN Sentuh Rp289 Triliun Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan realisasi defisit anggaran dalam APBN hingga akhir Oktober 2019 mencapai Rp289,06 triliun atau 1,8% terhadap produk domestik bruto (PDB). Jumlah defisit tersebut meningkat dari posisi Agustus 2019 yang baru mencapai Rp199,06 triliun atau 1,24% terhadap PDB.

        "Untuk menjaga kesinambungan fiskal dan kredibilitas APBN, pemerintah mengantisipasi pelebaran defisit yang diperkirakan mencapai 2 hingga 2,2% terhadap PDB, salah satunya dengan menerbitkan obligasi dalam valuta asing di bulan Oktober lalu," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin (18/11/2019).

        Baca Juga: Impor Pakai APBN saat RI Desifit, Jokowi: Kebangetan Banget

        Ia mengungkapkan bahwa realisasi defisit anggaran ini berasal dari pendapatan negara sebesar Rp1.508,91 triliun atau 69,69 % dari target serta belanja negara Rp1.797,97 triliun atau 73,1% dari pagu.

        Pendapatan negara tersebut mencakup penerimaan perpajakan Rp1.173,89 triliun atau 65,71% dari target, penerimaan negara bukan pajak Rp333,29 triliun atau 88,10% dari target dan hibah Rp1,72 triliun miliar atau 395% dari target. Untuk penerimaan perpajakan berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp1.018,47 triliun atau 64,56% dari target dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp155,42 triliun atau 74,43% dari target.

        "Realisasi penerimaan pajak masih mampu tumbuh sebesar 0,23% (yoy), utamanya ditopang oleh penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)," ucapnya.

        Sementara, realisasi belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.121,10 triliun atau 68,6% dari pagu serta transfer ke daerah dan dana desa Rp676,87 triliun atau 81,9% dari pagu.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Boyke P. Siregar
        Editor: Puri Mei Setyaningrum

        Bagikan Artikel: