Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ajak UKM Transformasi Digital, Ini yang Dilakukan Mastercard

        Ajak UKM Transformasi Digital, Ini yang Dilakukan Mastercard Kredit Foto: Mastercard
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pulih dari dampak pandemi dan bersiap untuk masa depan, Mastercard meluncurkan situs mikro Digital Acceleration untuk Usaha Kecil di sebagian besar situs web perusahaan di wilayah Asia Pasifik dengan informasi dan sumber daya tentang cara untuk mendigitalisasikan serta menjalankan bisnis lebih efisien.

        Situs one-stop ini mencakup panduan untuk melakukan transformasi digital, kursus daring, informasi mengenai produk dan jasa Mastercard untuk UKM, wawasan keamanan siber dan alat untuk mengurangi kerentanan, akses ke penawaran untuk berbagai solusi perangkat lunak bisnis, platform perdagangan elektronik dan layanan pemasaran digital.

        “Dampak pandemi terhadap UKM sangat besar sehingga penting bagi mereka untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang mereka butuhkan agar dapat menawarkan pengalaman belanja dan pembayaran multi saluran yang dapat mendorong bisnis, serta membangun loyalitas pelanggan di dunia fisik dan digital,” kata Sandeep Malhotra, Executive Vice President, Products & Innovation, Asia Pacific, Mastercard dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

        Baca Juga: Temui Menkop UKM, Sandiaga Uno Ingin Bidang Pariwisata Buka Lapangan Kerja

        Adapun Pusat Digital Acceleration untuk Usaha Kecil tersedia di seluruh situs web berbahasa Inggris Mastercard untuk Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Hong Kong, India, dan Asia Tenggara. Digital Acceleration akan diluncurkan secara selektif di situs non-Inggris di masa depan.

        Guna meningkatkan sumber daya untuk UKM, Mastercard telah bekerja sama dengan pembuat situs web terkenal yaitu Wix, dan dengan Zoho, sebuah penyedia solusi penyimpanan data daring dengan lebih dari 60 juta pengguna.

        Mitra-mitra ini akan mensponsori panduan dan artikel daring tentang berbagai topik – mulai dari membuat toko daring dan memilih nama situs untuk bermigrasi ke platform manajemen pengeluaran dan akuntansi daring.

        “Seiring perubahan dunia yang melampaui kemampuan bertahan dalam jangka pendek, UKM membutuhkan rencana untuk keberhasilan jangka panjang di dunia belanja daring yang baru. Di Wix, kami telah melihat secara langsung bagaimana tahun lalu memberikan tantangan kepada dunia bisnis dalam berbagai hal, namun juga menciptakan kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi,” kata Liat Karpel Gurwicz, Head of eCommerce Marketing Wix.com.

        Setelah mencapai tujuannya untuk membawa 500 juta orang ke dalam sistem finansial, Mastercard memperkuat komitmennya untuk inklusi dengan membantu 1 miliar orang mendapatkan akses ke ekonomi digital pada tahun 2025, termasuk 50 juta usaha kecil dan 25 juta pengusaha perempuan.

        Sekadar informasi, studi terbaru oleh International Data Corporation menunjukkan digitalisasi UKM dapat menambah $2,6 miliar hingga $3,1 miliar dolar Amerika ke PDB Asia Pasifik pada tahun 2024.

        Karena dampak COVID-19, dikatakan, hampir 70% UKM di Asia Pasifik mempercepat digitalisasi, dan 86% percaya hal ini akan membantu ketahanan terhadap kejadian serupa di masa mendatang.

        Baca Juga: Kemendag Lepas Ekspor Produk UKM Senilai Triliunan Rupiah

        Berkaca pada perubahan besar pola pikir “digital first”, pembayaran nirsentuh melalui jaringan Mastercard adalah 41% dari transaksi langsung di kuartal ketiga tahun 2020 – naik dari sebelumnya 37% pada kuartal kedua dan 30% di tahun 2019.

        Dengan penarikan langsung tunai melalui ATM berada pada tingkat terendah, riset yang dilakukan Mastercard menunjukkan lebih dari 70% konsumen di dunia berencana untuk terus melakukan belanja daring, dan 74% berencana untuk terus menggunakan pembayaran nirsentuh bahkan setelah pandemi mereda.

        Di Asia Pasifik, pembayaran nirsentuh akan berlanjut, hal ini terlihat dari 71% konsumen di Australia menggunakan pembayaran nirsentuh, 77% di India, 73% di Tiongkok, dan 62% di Jepang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Fajar Sulaiman
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: