Kredit Foto: BPMI
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menepis berbagai spekulasi yang menyebut hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto sedang tidak baik. Di hadapan kader partainya, Megawati bahkan mengungkit momen saat dirinya berjalan bergandengan tangan dengan Prabowo pada peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni lalu.
Pernyataan itu disampaikan Megawati ketika memberikan pidato dalam rangkaian kegiatan di Blitar, Jawa Timur. Ia menilai masih ada pihak-pihak yang berusaha membangun narasi seolah dirinya berseberangan dengan Presiden Prabowo.
Megawati mengatakan hubungan personalnya dengan Prabowo berjalan baik dan tidak seperti yang sering digambarkan oleh berbagai spekulasi politik di luar.
Untuk menegaskan hal tersebut, Presiden ke-5 RI itu mengingatkan publik pada momen kebersamaannya dengan Prabowo saat peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung awal bulan ini.
"Kamu lihat toh waktu 1 Juni? Aku kan gandengan sama dia, ketawa-ketawa. Ayo, apa artinya? Nggak ada," kata Megawati.
Menurut Megawati, kedekatan tersebut justru menunjukkan bahwa hubungan antar tokoh bangsa tidak selalu harus dipandang melalui kacamata persaingan politik.
Ia menilai ada pihak tertentu yang sengaja mencoba membenturkan dirinya dengan Prabowo untuk membangun persepsi adanya konflik di tingkat elite nasional.
"Nanti baru orang teman-temannya yang maunya mem-berang-ko-kan (membenturkan), 'Oh, Ibu Mega itu coba gitu mau melawan Pak Prabowo'," ujarnya.
Megawati menegaskan dirinya tidak setuju dengan cara-cara politik yang mengedepankan adu domba antartokoh nasional.
Menurut dia, perbedaan pandangan dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar, namun seluruh pihak tetap harus menghormati tata hukum yang berlaku.
"Nanti bisa saya jawab. Jangan gitu dong! Kalian tuh harus berani karena negara kita ini punya tata hukumnya," tegas Megawati.
Meski mengaku memiliki hubungan baik dengan Presiden Prabowo, Megawati menegaskan dirinya tetap memperhatikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia mengaku memahami keluhan warga terkait kondisi ekonomi, termasuk kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang belakangan menjadi perhatian publik.
Namun, Megawati menekankan bahwa kritik maupun masukan kepada pemerintah harus disampaikan melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan dan etika politik.
Sebagai pihak yang berada di luar pemerintahan, Megawati mengatakan dirinya memilih menggunakan jalur kelembagaan melalui Fraksi PDI Perjuangan di DPR untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat.
"Saya tahu harga udah pada naik. Tapi saya juga tahu tata cara. Saya tidak ada dalam pemerintahan. Ya saya akan menyampaikan, tapi menyampaikannya ke siapa? Yaitu ke DPR dari fraksi PDI Perjuangan," katanya.
Megawati menilai langkah tersebut merupakan bagian dari penghormatan terhadap sistem demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang berlaku.
Baca Juga: 'Jangan Takut!', Megawati Heran Demo Mahasiswa Kok Dijaga Ketat Aparat
Menurut dia, setiap kritik maupun pengawasan terhadap pemerintah harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tetap berada dalam koridor etika dan moral politik.
"Itu apa namanya? Itu tata cara, itu apa namanya? Etika dan moral," ujar Megawati.
Selain menyinggung hubungan dengan Prabowo, Megawati dalam kesempatan itu juga menegaskan bahwa setiap warga negara, termasuk mahasiswa, memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh konstitusi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: