Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Apa Itu Cross-Device Tracking?

        Apa Itu Cross-Device Tracking? Kredit Foto: Unplash/Campaign Creators
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rata-rata, pengguna akan berpindah perangkat selama 21 kali dalam satu jam. Dalam kasus seperti itu, cookie akan membatasi penerbit dalam melacak perilaku pengguna karena cookie hanya dapat melakukan pelacakan saat pengguna berada di browser web, bukan aplikasi.

        Lalu bagaimana kita bisa melacak pengguna di berbagai perangkat? Jawabannya adalah cross-device tracking atau dalam bahasa Indonesia 'pelacakan lintas perangkat'. Saat ini, konsumen lebih suka menggunakan banyak perangkat dalam mengakses situs web. Pemilik situs e-commerce yang berhasil berkomunikasi dengan pembeli di berbagai saluran dan melacak interaksi ini.

        Baca Juga: Apa Itu Coversion Rate Optimization?

        Mengenal Cross-Device Tracking, Strategi Pelacakan Pengguna Situs

        Cross-device tracking adalah kemampuan untuk menyajikan iklan yang spesifik, relevan, dan bertarget ke segmen pelanggan tertentu. Pemilik situs e-commerce memiliki sedikit waktu untuk dapat berinteraksi dengan calon pelanggan. Pelacakan lintas perangkat dapat membantu mengidentifikasi saluran mana yang paling berhasil mengubah pengunjung menjadi pembeli.

        Cara ini membantu penerbit untuk melacak perilaku pengguna di setiap perangkat yang berbeda seperti desktop, smartphone, tablet, dan perangkat pintar lainnya.

        Idenya adalah untuk membuat analisis profil secara terperinci dari setiap pengguna dengan melacak interaksinya bahkan jika mereka menggunakan beberapa perangkat. Kemudian, Anda dapat menyimpan atau menggunakan data itu kapan pun jika diperlukan. Misalnya, dalam industri teknologi iklan, data tersebut dapat digunakan untuk menjalankan kampanye iklan yang dapat digunakan di seluruh jenis perangkat.

        Bagaimana Cara Kerja Cross-Device Tracking?

        Ada dua teknik yang dapat digunakan untuk melacak pergerakan seorang pengguna di berbagai perangkat:

        1. A/B testing atau gunakan model pengujian lainnya untuk mengidentifikasi koneksi antar titik data yang berbeda dan menggunakannya sebagai profil tunggal;

        2. Pisahkan dan tautkan informasi browser dari berbagai sumber pengumpulan data, seperti cookie dan pengenal profil pembeli.

        Cookie pengguna adalah sesuatu yang ditarik situs e-commerce dari setiap browser tergantung pada jenis perangkat apa yang mereka gunakan. Cookie dan pengenal profil adalah alat yang digunakan retailer online untuk melacak dan menyajikan informasi yang ditargetkan kepada klien yang potensial.

        Pengenal profil ini biasanya terdiri dari kredensial login pengguna yang akan bervariasi berdasarkan kasus per kasus. Beberapa situs e-commerce memerlukan email atau kata sandi pribadi, misalnya, sementara yang lain menggunakan layanan sistem masuk tunggal. SSO memungkinkan pengguna untuk masuk ke situs tertentu dengan aplikasi pihak ketiga, seperti Facebook atau Google.

        Mengapa Cross-Device Tracking Itu Penting?

        Pengukuran lintas saluran dapat membantu situs e-commerce mengoptimalkan iklan pelanggan mereka. Makin efektif kampanye iklan tersebut, maka akan makin besar peluang bisnis online untuk menambah keuntungannya.

        Cross-device tracking memiliki kemampuan untuk menyajikan iklan yang spesifik, relevan, dan bertarget. Cross-device tracking juga membantu menghemat anggaran perusahaan dalam jangka panjang. Pengoptimalan periklanan pada basis per perangkat menjelaskan pesan mana yang berfungsi di setiap saluran tertentu. Iklan bertarget akan mengarah ke tingkat konversi yang lebih tinggi.

        Apakah Cross-Device Tracking Dapat Menguntungkan Bisnis E-Commerce?

        Berikut tiga keuntungan utama jika menggunakan cross-device tracking:

        1. Meningkatkan keterlibatan audiens dengan pesan yang lebih bertarget;

        2. Mengurangi kesalahan strategi kampanye dengan menggunakan iklan yang sudah dioptimalkan;

        3. Profil klien yang lebih terorganisasi dengan segmentasi pelanggan berdasarkan preferensi per-individu.

        Baca Juga: Apa Itu Transaksi Margin?

        Manfaat lain dari cross-device tracking adalah untuk menghilangkan tekanan sehingga Anda bisa menjangkau pelanggan di perangkat yang berbeda menggunakan pesan yang sama. Pengguna berinteraksi secara berbeda dengan sebuah brand tergantung pada perangkat yang mereka gunakan. Bisnis e-commerce yang menggunakan cross-device tracking bisa melakukan hal yang sama kepada pelanggan mereka dengan mengirimkan penawaran dan iklan yang lebih relevan di saluran ini.

        Gerakan Google untuk Melacak Pengguna di Seluruh Perangkat

        Anda bisa memulai strategi cross-device tracing dengan menggunakan Google Analytics. Untuk itu, Anda hanya perlu setuju untuk menggunakan kebijakan User-ID Google dan melakukan pengaturan yang diperlukan. Anda bisa melihat, fitur ini mengharuskan pengguna untuk masuk ke platform penerbit. Artinya, ini mirip dengan cross-device tracking deterministik.

        Catatan: User-ID berbeda dengan Client-ID, yang pertama mengidentifikasi pengguna di seluruh perangkat, sedangkan yang kedua mengidentifikasi browser atau perangkat tertentu.

        Selain itu, ada juga software DoubleClick yang menyediakan fitur pelacakan lintas perangkat dan tersedia bagi pengiklan dan pemasar. Alat ini sedikit lebih rumit daripada menggunakan Google Analytics. Hal ini karena DoubleClick bisa memberikan Anda berbagai segmen tertentu berdasarkan konversi, prospek, rasio klik-tayang, dan lainnya, sambil melacak pengguna di seluruh perangkat.

        Meskipun inisiasi Google untuk menyediakan cross-device tracking terdengar menyenangkan, model ini juga memiliki keterbatasan. Baik data yang dihasilkan Doubleclick dan Analytics tidak sepenuhnya akurat. Ketika berbicara tentang penjelajahan dalam aplikasi, pelacakan menjadi hal yang kompleks karena menghasilkan berbagai kompatibilitas dan pelaporan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Patrick Trusto Jati Wibowo
        Editor: Puri Mei Setyaningrum

        Bagikan Artikel: