Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wamentan Ucap Syukur Pas Dengar Produksi Padi Hingga Akhir 2021 Capai 55,27 Ton: Alhamdulillah

        Wamentan Ucap Syukur Pas Dengar Produksi Padi Hingga Akhir 2021 Capai 55,27 Ton: Alhamdulillah Kredit Foto: Kementan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi mengungkapkan produksi padi Indonesia hingga akhir tahun 2021 diperkirakan mencapai 55,27 juta ton GKG, atau meningkat 1,14 persen atau 620,42 ribu ton dibanding produksi padi tahun 2020 yang sebesar 54,65 juta ton GKG.

        Hal ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai angka sementara produksi padi 2021 yang baru saja dirilis, Jumat (15/10). Baca Juga: Neraca Perdagangan RI September 2021 Surplus, BPS: Bertahan 17 Bulan Berturut-turut

        "Alhamdulillah, puji syukur produksi padi kita pada 2021 diperkirakan sebesar 55,27 juta ton GKG naik 620,42 ribu ton atau naik 1,14 persen dibandingkan produksi padi di 2020 yang sebesar 54,65 juta ton GKG," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/10/2021).

        Lanjutnya, ia mengatakan hal ini telahs sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengawal sektor pangan. 

        Baca Juga: BPS Beberkan Harga Komoditas Indonesia di Pasar Internasional per September 2021, Begini Rinciannya

        "Kita di Kementerian Pertanian tidak kurang-kurangngnya juga mendapat arahan dari pak Presiden untuk terus mengawal sektor pangan ini agar memang jangan sampai kekurangan di masyarakat," ungkapnya.

        Lebih lanjut, ia juga menuturkan untuk mencapai Ketahanan Nasional, maka Kemandirian pangan harus lebih dulu terbentuk.

        Ia pun menegaskan, semua program-program di Kementan yang saat ini sudah on the track, bukan sekedar jargon belaka.

        "Karena National Resilience itu bisa terbentuk kalau memang Food Resilience-nya dulu (terbentuk). Apalagi soal kedaulatan. Ketahanannya saja harus kita capai dulu baru kedaulatan. Jadi bukan sekedar jargon tapi memang kita on the track ke situ. Dan kita harapkan masyarakat juga support," tegasnya.

        Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2021 diperkirakan sekitar 45,61 juta ton GKG, atau mengalami kenaikan sekitar 65,39 ribu ton GKG (0,14 persen) dibandingkan 2020 yang sebesar 45,55 juta ton GKG. 

        Sementara itu, potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sebesar 9,66 juta ton GKG. Dengan demikian, total potensi produksi padi pada 2021 diperkirakan mencapai 55,27 juta ton GKG, atau mengalami kenaikan sebanyak 620,42 ribu ton GKG (1,14 persen) dibandingkan 2020 yang sebesar 54,65 juta ton GKG.

        Produksi padi tertinggi pada 2021 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 9,67 juta ton GKG, sementara produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 2,08 juta ton GKG. Berbeda dengan produksi pada 2021, produksi tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan April 

        Tiga provinsi dengan total potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada 2021 adalah Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Sementara itu, tiga provinsi dengan potensi produksi padi terendah adalah Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Papua Barat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Vicky Fadil

        Bagikan Artikel: