Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Momentum Sudah Tiba, Pemerintah Indonesia Wajib Optimalkan Tata Kelola Laut Lewat KTT AIS Forum 2023

        Momentum Sudah Tiba, Pemerintah Indonesia Wajib Optimalkan Tata Kelola Laut Lewat KTT AIS Forum 2023 Kredit Foto: Suara.com
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Peneliti Universitas Padjadjaran, Alexander Muhammad Khan menyambut baik gelaran bergengsi dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023 di Bali. Dirinya menilai bahwa pertemuan tersebut akan menjadi momentum perbaikan tata Kelola maritim di Indonesia.

        Dirinya mengatakan masih banyak permasalahan kelautan yang belum terselesaikan dalam wilayah tanah air seperti kenaikan air laut, tangkapan nelayan yang menurut hingga sampah dalam kawasan pesisir. Meski begitu, dirinya tak mengingkari bahwa hal ini telah mendapatkan perhatian dari pemerintah.

        Baca Juga: Kisah Tanah Jawa, Horror Experiential Mencekam Siap Datangi Pecinta Horor Indonesia!

        “Pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pengelolaan akan hal ini, baik secara spesies maupun secara ekosistem atau habitat,” ujarnya dalam diskusi yang bertajuk Road to KTT AIS Forum: Langkah Nyata Kelola Laut, Rabu (4/10).

        Namun masalahnya adalah solusi maupun kebijakan yang datang dari pemerintah sering kali kurang tepat. Ia menurutkan solusi yang dihadirkan harus berdasarkan kajian mendalam dan bukan urgensi semata.

        “Kami mengharapkan program pemerintah yang bersifat down to earth, artinya menjawab permasalahan yang terjadi,” tegasnya.

        Ini artinya belum ada sinergi pentahelix yang kuat antara pemerintah, akademisi hingga masyarakat. Padahal hal tersebut adalah kunci untuk menangani masalah maritim secara cermat dan tepat di Indonesia.

        Baca Juga: Rayakan Anniversary ke-5 Tahun di Indonesia, OYO Bagikan Diskon Menginap Hingga 75 Persen

        “Sinergi pentahelix ini harus lebih diperkuat atau sosialisasikan karena untuk beberapa kawasan masih kurang berjalan dengan baik. Saya harapkan hal ini buka sekedar jargon tapi benar-benar diimplementasikan,” ujarnya.

        Hal serupa turut disuarakan oleh Aktivis Lingkungan, Engel Laisina. Ia menurutkan bahwa masyarakat sering kali tidak tahu atau bahkan tidak paham akan regulasi hingga pentingnya menjaga lingkungan di pesisir.

        Baca Juga: IHG Hotels & Resorts Bersama MMS Land Meluncurkan Hotel Vignette Collection Pertama di Indonesia

        Tak hanya itu, kurangnya kebijakan terkait dengan ekosistem maritim yang mengakar sampai level bawah masyarakat juga menjadi masalah lain yang harus menjadi perhatian pemerintah di Indonesia.

        “Regulasi adalah hal yang sangat penting. Bukan mereka tidak ada namun harus dipertegas lagi sampai area pedesaan. Misanya dengan menghadirkan alokasi dana untuk masalah lingkungan di desa,” jelasnya.

        Baca Juga: SYL Sudah Terdeteksi di Indonesia, Elite Nasdem Dikumpulkan Surya Paloh

        Diketahui, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum akan segera diselenggarakan pada 10-11 Oktober 2023. Pertemuan tersebut akan membahas seputar adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta penanganan bencana, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut, hingga tata kelola maritim yang baik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: