Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        TBIG Tak Tetapkan Target Pendapatan Spesifik 2025, Fokus Eksekusi Proyek Organik

        TBIG Tak Tetapkan Target Pendapatan Spesifik 2025, Fokus Eksekusi Proyek Organik Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memutuskan untuk tidak menetapkan target pendapatan secara spesifik pada tahun 2025. 

        Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika industri telekomunikasi nasional, khususnya terkait proses merger antara sejumlah operator besar seperti XL Axiata dan Smartfren yang masih berlangsung.

        Dalam paparan publik yang digelar di Jakarta, Selasa (10/6/2025), Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso menjelaskan bahwa perusahaan memilih untuk fokus pada pelaksanaan proyek-proyek organik yang telah berjalan. 

        "Kami tidak menetapkan target spesifik tahun ini karena merger antar operator belum selesai sepenuhnya dan masih bergerak dinamis. Tapi kami tetap menerima pesanan dari operator lain," ungkap Helmy.

        Meski terdapat potensi tekanan jangka pendek akibat efisiensi jaringan pascamerger, TBIG tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang. 

        Helmy menilai bahwa dampak merger, seperti pengurangan perangkat atau penghentian sementara sewa menara, hanya bersifat sementara.

        "Biasanya memang ada pengurangan dalam jangka pendek, tapi berdasarkan pengalaman kami sebelumnya, setelah proses merger rampung, para operator kembali tumbuh dan melakukan ekspansi. Jadi dalam jangka panjang, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap besar," jelasnya.

        Menurut Helmy, TBIG sendiri telah berpengalaman mendampingi pelanggan dalam berbagai fase konsolidasi industri sejak berdiri lebih dari dua dekade lalu. 

        Rekam jejak tersebut, kata Helmy, dinilai menjadi bukti ketahanan perusahaan dalam menjaga stabilitas bisnis meski menghadapi tantangan struktural di sektor telekomunikasi.

        Sementara itu, untuk mendukung kelanjutan proyek organik, TBIG telah menyiapkan anggaran belanja modal (Capex) sebesar Rp3 hingga Rp4 triliun pada tahun 2025. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan menara telekomunikasi dan jaringan fiber optic sesuai pesanan operator.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Uswah Hasanah
        Editor: Uswah Hasanah

        Bagikan Artikel: