Di Tengah Krisis Besar, Kuba Siap Berperang Lawan Amerika Serikat
Kredit Foto: Istimewa
Pemerintah Kuba mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan konflik dengan Amerika Serikat (AS) di tengah memanasnya hubungan kedua negara.
Di tengah blokade minyak AS yang masih berlangsung, pemerintah Kuba disebut telah memerintahkan seluruh gedung perkantoran milik negara di Havana menyusun rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan serangan militer Amerika.
Baca Juga: Menteri Energi Kuba Akui Kehabisan BBM Akibat Blokade AS, Pemadaman Listrik Kerap Terjadi
Dikutip dari CNN, Senin (18/5/2026), suasana siaga mulai terasa di berbagai wilayah Kuba setelah tekanan ekonomi dan politik dari Washington meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Krisis ekonomi yang memburuk membuat Kuba mengalami pemadaman listrik massal beberapa kali sehari. Pasokan bahan bakar untuk generator mulai habis, sementara kebutuhan dasar seperti kertas toilet di fasilitas umum juga semakin langka.
Meski Presiden AS Donald Trump belum mengumumkan operasi militer resmi terhadap Kuba, masyarakat setempat disebut mulai hidup dalam bayang-bayang ancaman perang.
Bagi warga Kuba, ancaman intervensi AS bukan hal baru. Mereka bahkan memiliki ungkapan sarkastik “cuando vienen los americanos” atau “ketika orang Amerika datang” untuk menggambarkan ketidakpastian yang terus membayangi negara tersebut.
Pemerintah Kuba juga mulai memperlihatkan kesiapan militernya melalui publikasi latihan perang warga sipil di media pemerintah.
Strategi itu mengadopsi doktrin “perang seluruh penduduk” yang pernah dikembangkan pemimpin revolusioner Kuba Fidel Castro.
Konsep tersebut menitikberatkan pada perang gerilya dan mobilisasi warga sipil untuk menghadapi invasi asing.
“Mereka mampu memobilisasi penduduk dan melakukan evakuasi dalam skala besar,” kata sejarawan militer Hal Klepak.
Baca Juga: Trump Bidik Kuba, Havana Rupanya Telah Diserbu Beragam 'Gula-gula' dari AS
Meski sebagian besar persenjataan Kuba masih menggunakan alutsista lama buatan Uni Soviet, para pengamat menilai militer Kuba tetap berpotensi memberikan perlawanan sengit jika konflik pecah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: