Bayang-bayang Fidel Castro Kembali Muncul, Kunjungan Bos CIA ke Havana Bikin Kuba Tegang
Kredit Foto: Reuters/Jason Reed
Kunjungan Direktur Central Intelligence Agency (CIA) John Ratcliffe ke Havana menjadi pemicu baru memanasnya hubungan Kuba dan Amerika Serikat (AS).
Kedatangan Ratcliffe menggunakan pesawat bertuliskan “Amerika Serikat” mengejutkan banyak warga Kuba dan dinilai sebagai sinyal meningkatnya tekanan Washington terhadap pemerintah komunis di negara itu.
Baca Juga: Di Tengah Krisis Besar, Kuba Siap Berperang Lawan Amerika Serikat
Dikutip dari CNN, Senin (18/5/2026), kunjungan tersebut berlangsung di tengah situasi ekonomi Kuba yang memburuk akibat blokade minyak dan krisis energi.
Bagi pemerintah Kuba, CIA memiliki sejarah panjang yang sensitif karena badan intelijen AS itu pernah terlibat dalam berbagai operasi rahasia terhadap rezim Fidel Castro pada era 1960-an.
Dokumentasi resmi memperlihatkan delegasi AS bertemu petinggi intelijen Kuba dalam pertemuan tertutup dengan pengamanan ketat terhadap identitas petugas CIA.
Penulis buku Back Channel to Cuba: The Hidden History of Negotiations Between Washington and Havana, Peter Kornbluh menyebut kunjungan itu sebagai simbol ironi sejarah hubungan kedua negara.
“Ini adalah puncak ironi sejarah,” kata Kornbluh.
“Misi Ratcliffe adalah menjadikan Kuba sebagai tawaran ‘hidup atau mati’ yang tampaknya tidak bisa ditolak. Para ilmuwan politik menyebut ini sebagai diplomasi penyerahan diri,” tambahnya.
Pemerintah Kuba mengklaim telah menyampaikan bukti bahwa negaranya tidak menjadi ancaman keamanan bagi AS.
Langkah itu dilakukan untuk membantah alasan Washington mempertahankan blokade minyak terhadap Kuba.
Namun, kunjungan Ratcliffe justru memperkuat kekhawatiran publik Kuba bahwa tekanan AS dapat meningkat menjadi ancaman militer langsung.
Baca Juga: Menteri Energi Kuba Akui Kehabisan BBM Akibat Blokade AS, Pemadaman Listrik Kerap Terjadi
Ketegangan ini juga memperlihatkan memburuknya hubungan Havana-Washington di bawah pemerintahan Donald Trump.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: