Kredit Foto: BPMI Setpres
Presiden Prabowo Subianto membahas rencana pelaksanaan lima proyek hilirisasi nasional senilai sekitar Rp100 triliun yang akan digarap Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada awal Februari 2026.
“Minggu sore, Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, 4 Januari 2026,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).
Teddy menjelaskan, pertemuan tersebut membahas tiga agenda utama yang menjadi perhatian pemerintah, salah satunya perkembangan lima titik proyek hilirisasi yang akan dikerjakan oleh Danantara. Proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat nilai tambah industri dalam negeri.
“Dalam pertemuan tersebut dibahas tiga poin yakni perkembangan lima titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan,” ungkap Teddy.
Baca Juga: Danantara Targetkan Serah Terima Huntara Aceh 8 Januari, PLN Rampungkan Jaringan Listrik
Menurut Teddy, proyek hilirisasi tersebut akan dilaksanakan di sejumlah provinsi di Indonesia dengan nilai investasi yang signifikan. Total nilai investasi yang disiapkan untuk lima proyek tersebut mencapai sekitar 6 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp100 triliun.
“Program tersebut akan dilakukan di beberapa provinsi Indonesia dengan total investasi sebesar 6 miliar USD atau sekitar 100 triliun rupiah,” lanjutnya.
Selain proyek hilirisasi, pertemuan Presiden Prabowo dengan Rosan Roeslani juga membahas agenda strategis lain, yakni perkembangan proyek Waste to Energy. Program ini difokuskan pada penertiban dan pengelolaan sampah, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
“Perkembangan Projects Waste to Energy (Penertiban Pengelolaan Sampah) sehingga volume sampah terbuka tidak hanya berkurang namun akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi,” jelas Teddy.
Baca Juga: 21 Proyek Strategis Dikebut, Danantara Kejar Target Ambisius Percepat Transformasi BUMN
Pemerintah menilai proyek Waste to Energy memiliki peran penting dalam menjawab persoalan lingkungan, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong investasi berkelanjutan yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.
Melalui Danantara, pemerintah menargetkan percepatan realisasi proyek-proyek strategis, khususnya di sektor hilirisasi dan ekonomi hijau, guna memperkuat struktur industri nasional serta meningkatkan daya saing investasi Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: