Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Daftar 10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar Dunia, Salah Satunya Indonesia

        Daftar 10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar Dunia, Salah Satunya Indonesia Kredit Foto: EmasKu
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah dinamika geopolitik dan fluktuasi ekonomi global yang menandai awal 2026, kepemilikan cadangan emas kembali menjadi parameter penting bagi ketahanan ekonomi suatu negara.

        Emas yang selama ini dipandang sebagai aset aman (safe haven) tidak hanya berfungsi sebagai pelindung nilai, tetapi juga menjadi instrumen strategis kedaulatan ekonomi di tengah pergeseran tatanan moneter internasional.

        Berdasarkan laporan Mineral Commodity Summaries 2025 yang dirilis Badan Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS) serta data verifikasi internal otoritas pertambangan nasional, peta kekuatan cadangan emas dunia masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah utama.

        Indonesia, dengan karakteristik geologi vulkanik yang kaya mineral, tercatat sebagai salah satu negara dengan cadangan emas terbesar di dunia.

        Baca Juga: Ini 10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia

        Hingga awal 2026, terdapat perbedaan tipis antara angka cadangan emas terbukti (proven reserves) yang diakui secara internasional dan estimasi cadangan potensial yang dikembangkan di tingkat nasional. Secara global, standar USGS menempatkan Indonesia dengan cadangan emas terbukti sebesar 2.600 ton.

        Namun, evaluasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan cadangan yang lebih besar, yakni mencapai 3.444 ton, seiring peningkatan status eksplorasi di sejumlah wilayah baru.

        Berikut daftar 10 negara dengan cadangan mineral emas terbesar di dunia berdasarkan data terkini:

        1. Australia: 12.000 ton. Sebagai pemimpin global, Australia mengandalkan deposit masif di wilayah barat untuk menyangga stabilitas ekonominya.

        2. Rusia: 11.100 ton. Fokus pada pengembangan wilayah Siberia menjadikan Rusia kekuatan yang dominan di kawasan Eurasia.

        3. Afrika Selatan: 5.000 ton. Meski menghadapi tantangan teknis pada tambang-tambang dalam, Afrika Selatan tetap menyimpan potensi yang signifikan secara historis.

        4. Amerika Serikat: 3.000 ton. Operasi pertambangan terpusat di Nevada tetap menjadi tulang punggung bagi pasokan domestik AS.

        5. Tiongkok: 3.000 ton. Tiongkok memilih strategi agresif dalam produksi untuk memenuhi kebutuhan industri dan cadangan bank sentral mereka.

        6. Peru: 2.900 ton. Kekayaan emas di pegunungan Andes menjadikan Peru sebagai eksportir utama di Amerika Latin.

        7. Indonesia: 2.600 - 3.800 ton. Angka ini mencerminkan integrasi antara tambang besar yang sudah beroperasi seperti Grasberg dan potensi pengembangan di Nusa Tenggara serta Kalimantan.

        8. Brasil: 2.400 ton. Eksplorasi di wilayah Amazon terus memberikan kontribusi terhadap cadangan nasional Brasil.

        9. Kanada: 2.300 ton. Dengan regulasi yang mapan, Kanada menjadi rumah bagi banyak perusahaan eksplorasi emas global.

        10. Uzbekistan: 1.800 ton. Tambang terbuka Muruntau masih menjadi aset strategis utama bagi perekonomian Uzbekistan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: