Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Emas Turun Ditekan Gelombang Profit Taking

        Harga Emas Turun Ditekan Gelombang Profit Taking Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga emas turun pada perdagangan di Rabu (7/1). Investor melakukan profit taking setelah reli baru-baru ini, meskipun sebagian kerugian terpangkas setelah data tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi memperkuat taruhan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

        Dilansir dari Reuters, Kamis (8/1), emas spot turun sekitar 0,9% ke US$4.445,32. Sementara emas berjangka turun 0,7% ke US$4.462,50.

        Baca Juga: Dukung Tambang Emas Pani, Anak Usaha MDKA Teken Transaksi Rp39,37 Miliar

        Logam mulia lain juga melemah: perak spot turun lebih dari 4%, platinum turun sekitar 6,5% dan palladium turun sekitar 5,2%.

        “Kami melihat penurunan hari ini sebagai profit taking umum setelah lonjakan harga baru-baru ini,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

        Namun, ia mencatat data tenaga kerja yang lebih lembut tetap mendukung argumen bagi pelonggaran kebijakan The Fed.

        Laporan pekerjaan menunjukkan jumlah lowongan kerja turun lebih dari perkiraan pada November. Sementara data tenaga kerja sektor swasta tumbuh kurang dari ekspektasi untuk Desember.

        Pasar kini menantikan laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat ini. Ia dipandang sebagai indikator kunci bagi arah kebijakan suku bunga dolar tahun ini.

        Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik berlanjut setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana untuk menjual minyak dari Venezuela. Ia juga tengah melakukan diskusi tentang potensi keterlibatan militer di Greenland.

        China juga memperketat kontrol ekspor produk penggunaan ganda ke Jepang. Faktor geopolitik tersebut tetap menjadi latar belakang yang mendukung permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas.

        Bank Sentral China dilaporkan memperpanjang pembelian emas untuk bulan Desember. Hal tersebut memperkuat permintaan logam mulia dari Asia. 

        Baca Juga: NINE Ungkap Perkembangan Proses Akuisisi Tambang di Mongolia

        Emas biasanya diminati saat suku bunga rendah dan ketidakpastian meningkat karena sifatnya sebagai aset aman yang tidak memberikan imbal hasil.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: