Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Danantara Prediksi Kinerja Bank BUMN akan Membaik di 2026

        Danantara Prediksi Kinerja Bank BUMN akan Membaik di 2026 Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Danantara Indonesia menilai kinerja bank-bank badan usaha milik negara (Himbara) berpeluang membaik pada 2026, seiring mulai berjalannya transmisi pelonggaran moneter dan pemulihan aktivitas ekonomi domestik. 

        Dalam Danantara Economic Outlook 2026, disebutkan bila PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ((BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ((BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ((BBTN) diproyeksikan memasuki fase pemulihan setelah konsolidasi di 2025.

        Laporan mengungkap jika pemangkasan suku bunga acuan sebesar 125 basis poin sepanjang 2025 diperkirakan mulai berdampak penuh terhadap pertumbuhan kredit pada 2026. Permintaan kredit modal kerja dan investasi dinilai akan meningkat seiring membaiknya aktivitas usaha dan belanja pemerintah.

        Baca Juga: Danantara Alihkan Saham Bank BUMN ke BP BUMN

        “Setelah 2025 menjadi tahun pemulihan awal, 2026 diproyeksikan membawa perbaikan pada likuiditas, pertumbuhan kredit, dan kualitas laba bank-bank Himbara,” tulis Danantara dalam Danantara Economic Outlook 2026, Jakarta, Senin (12/1/2026).

        Danantara pun menyoroti bahwa perhatian investor terhadap Himbara mulai bergeser. Jika sebelumnya fokus tertuju pada risiko makro dan tekanan likuiditas, pada 2026 pasar dinilai lebih memperhatikan kualitas laba, disiplin biaya, dan alokasi modal.

        Baca Juga: Danantara Segera Groundbreaking Lima Proyek Hilirisasi Senilai Rp100 Triliun

        Selain itu, penurunan biaya dana diperkirakan menjadi penopang kinerja. Dengan stabilitas likuiditas yang lebih baik, margin bunga bersih bank BUMN memiliki ruang untuk pulih secara bertahap.

        Meski demikian, Danantara mengingatkan pemulihan tersebut tetap dibayangi risiko. Akselerasi ekonomi berpotensi diikuti peningkatan risiko kredit, sehingga pengelolaan kualitas aset dan non-performing loan (NPL) tetap menjadi perhatian utama pada 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: