Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui PT Danantara Asset Management (Persero) mengalihkan sebagian saham Seri B bank-bank badan usaha milik negara (BUMN) kepada Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Pengalihan saham tersebut dilakukan pada awal Januari 2026 sebagai bagian dari penyesuaian struktur kepemilikan negara sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melaporkan pengalihan sebanyak 485.333.332 lembar saham Seri B atau setara 0,52% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut dialihkan dari Danantara Asset Management kepada BP BUMN pada 6 Januari 2026 dan selanjutnya diklasifikasikan menjadi saham Seri A Dwiwarna.
Baca Juga: Danantara Serahkan 5,35 Miliar Saham ADHI ke BP BUMN
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menyampaikan pengalihan saham itu merupakan implementasi langsung dari ketentuan dalam UU 16/2025.
“Pengalihan kepemilikan 485.333.332 saham Seri B Perseroan atau 0,52% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh Perseroan milik DAM kepada BP BUMN akan diklasifikasikan menjadi saham Seri A Dwiwarna,” ujar Adhika dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (8/1/2026).
Adhika menjelaskan nilai pengalihan saham Bank Mandiri ditetapkan berdasarkan nilai buku sebesar Rp60,66 miliar dengan nilai nominal Rp125 per lembar saham. Nilai tersebut bersifat sementara hingga ditetapkan secara definitif melalui keputusan Kepala BP BUMN. Ia menegaskan pengalihan saham tidak berdampak terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
“Pengalihan saham tersebut tidak mempengaruhi kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan,” katanya.
Baca Juga: Danantara Alihkan 516,02 Juta Saham Telkom ke BP BUMN
Langkah serupa juga dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. BRI melaporkan pengalihan sebanyak 806.109.768 lembar saham Seri B atau setara 0,53% dari Danantara Asset Management kepada BP BUMN, yang kemudian diklasifikasikan menjadi saham Seri A Dwiwarna.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan pengalihan saham tersebut dilaksanakan berdasarkan Perjanjian Pengalihan Saham Milik Negara Republik Indonesia berupa saham Seri B kepada BP BUMN tertanggal 5 Januari 2026.
“Saham Seri B yang dialihkan dimaksud akan diklasifikasikan menjadi saham Seri A Dwiwarna. Pengalihan saham dimaksud merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025,” ujar Dhanny.
Baca Juga: Danantara Targetkan Kompleks Haji Makkah Tampung 22.000 Jemaah RI
Dengan pengalihan tersebut, Negara Republik Indonesia tetap menjadi pemegang saham pengendali BRI melalui kepemilikan saham Seri A Dwiwarna oleh BP BUMN dan kepemilikan saham Seri B melalui Danantara Asset Management. Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan persetujuan atas transaksi tersebut.
“Kami selaku Pemegang Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyetujui untuk melakukan pengalihan sebagian saham Seri B milik PT Danantara Asset Management (Persero),” ujarnya.
Selain Bank Mandiri dan BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk juga melaporkan pengalihan saham serupa. Secara umum, pengalihan ini dilakukan untuk menata ulang struktur kepemilikan negara, dengan porsi 1% saham Seri A Dwiwarna dipegang BP BUMN dan 99% saham Seri B dikelola badan pengelola investasi negara sesuai ketentuan UU 16/2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement