Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Independensi The Fed Terancam, Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Lagi

        Independensi The Fed Terancam, Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Lagi Kredit Foto: EmasKu
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga emas dunia mencapai rekor tertinggi pada perdagangan di Senin (12/1). Investor berbondong-bondong mencari aset safe-haven menyusul memanasnya ketidakpastian atas penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. 

        Dilansir dari Reuters, Selasa (13/1), spot gold naik sekitar 2,2% ke US$4.609,58. Sementara emas berjangka naik 2,5% ke US$4.614,70.

        Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Kompak Meroket, Simak Daftarnya!

        Harga perak juga mencapai puncak baru, dengan spot silver naik tajam sekitar 6,8% ke US$85,39. Komoditas logam lainnya ikut menguat, dengan nilai platinum naik sekitar 3% ke US$2.342,10, dan palladium meningkat sekitar 2,5% ke US$1.861,44.

        Pemeriksaan Powell dipicu terkait kesaksiannya terkait proyek renovasi gedung bank sentral yang menuai kritik politik dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal itu menimbulkan kekhawatiran pasar atas independensi The Fed.

        “Ketidakpastian yang tinggi langsung berdampak pada pasar emas, dan setiap minggu tampaknya ada tambahan area ketidakpastian baru,” ujar Kepala Riset Komoditas Global Societe Generale, Michael Haigh.

        Reli emas ini terjadi di tengah ekspansi penyelidikan kriminal terhadap Powell. Penyelidikan itu dinilai sebagai bagian dari tekanan pemerintah untuk mempercepat pemangkasan suku bunga. Powell sendiri menyebut ancaman tersebut sebagai “dalih” untuk mendapatkan pengaruh terhadap kebijakan moneter.

        Selain faktor kebijakan moneter, sentimen investor juga tetap dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global. Ketidakpastian atas kondisi dunia semakin memperkuat permintaan terhadap emas dan perak sebagai aset aman.

        Baca Juga: Antam Rilis Emas Pecahan 8 hingga 88 Gram Spesial Edisi Imlek

        Pasar juga memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga pada pertemuan kebijakan 27–28 Januari. Ekspektasi terhadap dua kali pemangkasan suku bunga lagi di tahun ini turut mendorong minat terhadap aset non-imbal hasil seperti emas. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: