Sekolah hingga Keluarga Berperan Penting Pastikan Anak Aman di Lingkungan Belajar
Kredit Foto: Istimewa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengungkapkan sekolah, guru, dan keluarga berperan penting dalam memastikan anak berada di lingkungan belajar yang aman dan bebas kekerasan.
Ini disampaikan Menteri PPPA saat menghadiri peluncuran Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di SMP Negeri 2 Banjarbaru.
Baca Juga: Event Belanja Nasional 2025 Capai Kesuksesan Besar Gerakkan Roda Perekonomian RI
Berdasarkan data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024, satu dari dua anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan, termasuk di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut menunjukkan pencegahan kekerasan harus dilakukan secara sistematis melalui kebijakan yang membangun budaya sekolah yang protektif dan berpihak pada anak.
Sebagai bentuk komitmen pencegahan kekerasan terhadap anak, Menteri PPPA menyampaikan dukungan terhadap peluncuran Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
“Regulasi ini menjadi instrumen penting untuk mendorong pembangunan budaya sekolah yang protektif, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Menteri PPPA, dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Selasa (13/1).
Permendikdasmen BSAN memperkuat pemenuhan hak anak melalui empat pilar keamanan sekolah, yaitu spiritual, fisik, psikologis dan sosiokultural, serta digital. Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan Satuan Pendidikan Ramah Anak yang dikembangkan Kemen PPPA sebagai upaya pencegahan kekerasan secara menyeluruh, termasuk kekerasan fisik, psikis, sosial, dan kekerasan di ruang digital.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti mengatakan BSAN dirancang dengan pendekatan humanis. “Peraturan ini bukan sekadar regulasi administratif, melainkan bagian dari strategi pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah,” ujar Mendikdasmen.
Mendikdasmen menambahkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dirancang dengan pendekatan yang humanis, komprehensif, dan partisipatif.
“Sekolah harus menjadi ruang yang mendengar, menghormati, dan melayani, bukan menakutkan. Oleh karena itu, kami mendorong peran aktif peserta didik sebagai agen perubahan dan meminimalisasi pendekatan sanksi agar budaya aman benar-benar tumbuh sebagai nilai dan perilaku sehari-hari,” ungkap Mendikdasmen.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menyatakan dukungan terhadap implementasi BSAN di daerah. “Kami berkomitmen memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak,” ujar Wali Kota Banjarbaru.
Peluncuran BSAN dilaksanakan di SMP Negeri 2 Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang memiliki rekam jejak prestasi akademik dan non-akademik, serta komitmen kuat terhadap pendidikan karakter dan perlindungan anak.
Kemen PPPA akan terus mengawal implementasi BSAN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari strategi nasional pencegahan kekerasan terhadap anak menuju Indonesia Emas 2045.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya