Kredit Foto: Indonesia Air Transport
Pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan PT Indonesia Air Transport (IAT) tercatat memiliki nilai aset sekitar USD 12,1 juta atau setara Rp204,6 miliar, berdasarkan estimasi harga pasar industri penerbangan regional.
Mengacu pada data laman Aero Corner per Minggu (18/1/2026), ATR 42-500 merupakan pesawat turboprop bermesin ganda yang banyak digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah, terutama di wilayah dengan infrastruktur bandara terbatas. Harga tersebut mencerminkan nilai pasar pesawat dalam kondisi operasional normal.
ATR 42-500 merupakan varian pengembangan dari ATR 42-400 dan mulai beroperasi secara komersial sejak 1995. Pesawat ini dirancang untuk efisiensi bahan bakar serta kemampuan mendarat dan lepas landas di landasan pacu pendek. Panjang landasan minimum yang dibutuhkan untuk lepas landas sekitar 1.165 meter, sementara untuk mendarat sekitar 964 meter.
Baca Juga: Ini Pemilik Indonesia Air Transport, Maskapai Pemilik ATR 42-500
Dari sisi performa, ATR 42-500 memiliki kecepatan jelajah maksimum hingga 556 kilometer per jam, dengan laju pendakian mencapai 1.851 kaki per menit dan kecepatan pendakian optimal 160 KCAS. Batas maksimum bobot lepas landas pesawat ini tercatat 18.600 kilogram, dengan jangkauan penerbangan hingga 716 nautical miles.
Untuk menunjang kenyamanan dan stabilitas penerbangan, ATR 42-500 dibekali teknologi Dynamic Vibration Absorbers yang berfungsi meredam getaran dan kebisingan di kabin serta kokpit. Sistem baling-baling dikendalikan secara elektronik dan menggunakan material komposit dengan enam bilah buatan Hamilton Standard tipe 568Fberdiameter 3,93 meter.
Baca Juga: Tim SAR Temukan Satu Korban Pesawat ATR di Maros
Pada bagian kabin, pesawat ini dilengkapi panel dan karpet peredam suara, kompartemen bagasi atas berkapasitas besar, serta konfigurasi tempat duduk hingga 48 penumpang dengan susunan empat kursi per baris dan satu lorong tengah. Desain tersebut menjadikan ATR 42-500 sebagai salah satu pesawat andalan untuk rute perintis maupun regional.
Sebagai latar belakang, pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 yang dioperasikan IAT dilaporkan hilang kontak saat penerbangan dari Bandar Udara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan pesawat membawa 10 persons on board (POB) yang terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang.
Kementerian Perhubungan menyebut proses pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan telah menemukan serpihan yang diduga berasal dari pesawat tersebut serta satu korban di lereng Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Hingga kini, investigasi dan evakuasi masih dilakukan oleh otoritas terkait.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: