Kredit Foto: Istimewa
Bursa Eropa melemah dan menyentuh level terendah dalam hampir dua pekan pada Selasa (20/1). Hal ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ancaman tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dilansir dari Reuters, Rabu (21/1), Indeks Stoxx 600 ditutup turun 0,7% ke 602,80. Ia mencatat penurunan dua hari terbesar dalam dua bulan terakhir.
Baca Juga: Emiten Hapsoro (BUVA) Rancang Rights Issue 50 Miliar, Sahamnya Meroket!
Trump mengancam akan memberlakukan gelombang tarif yang terus meningkat terhadap delapan negara blok euro hingga dirinya diizinkan membeli Greenland. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran akan pecahnya kembali perang dagang antara Amerika Serikat dan Eropa.
Investor sendiri masih meragukan apakah hal itu direalisasikan, namun mereka tetap waspada karena belum ada tanda-tanda pelunakan retorika dari Trump
“Pasar sudah bereaksi, tetapi masih ada ruang untuk pergerakan yang lebih besar jika retorika meningkat. Trump kemungkinan akan terus aktif,” kata Analis Deutsche Bank, Jim Reid.
Para pembuat kebijakan utama dunia saat ini berkumpul untuk menghadiri pertemuan tahunan dari World Economic Forum di Swiss. Pernyataan yang muncul dari forum tersebut akan dicermati ketat oleh pasar untuk mencari sinyal kebijakan ekonomi dan arah geopolitik global.
Selain isu geopolitik, laporan kinerja perusahaan dan rilis data ekonomi juga diperkirakan akan memengaruhi sentimen pasar dari Eropa.
Baca Juga: Saham Bank Bergerak Variatif Seiring Masuknya Keponakan Prabowo ke Bursa Calon Deputi BI
Citigroup menurunkan rekomendasinya terhadap saham kawasan euro daratan menjadi “netral” untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun, dengan alasan meningkatnya ketegangan dan ketidakpastian tarif yang melemahkan prospek investasi jangka pendek di Eropa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: