Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi, Mendag Paparkan Kondisi Perdagangan RI

        Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi, Mendag Paparkan Kondisi Perdagangan RI Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memaparkan kondisi perdagangan Indonesia yang merupakan pilar pertumbuhan ekonomi nasional.

        Neraca perdagangan RI pada November 2025 mencatatkan performa positif dengan urplus sebesar USD 2,66 miliar. 

        Baca Juga: Kemendag Dorong Pemda Tingkatkan Pengawasan Barang Beredar dan Jasa

        Capaian ini menopang capaian kumulatif Januari–November 2025 yang sebesar USD 38,54 miliar. Struktur ekspor masih didominasi oleh sektor industri pengolahan dengan kontribusi 80,27 persen.

        Ini disampaikan Mendag dalam pembukaan simposium Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (BEM PTMA) bertema “Redefinisi Peran Mahasiswa PTMA: Mengawal Konsolidasi Demokrasi dan Kedulatan Menuju Indonesia Emas 2045”. Simposium digelar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026).

        Selain itu, Mendag Busan menyoroti tantangan global seperti proteksionisme, ketegangan geopolitik, dan isu perubahan iklim yang mulai memengaruhi kebijakan perdagangan internasional. 

        Merespons hal itu, pemerintah menyiapkan strategi komprehensif seperti penguatan kerja sama perdagangan internasional, deregulasi impor bahan baku, upaya mendorong substitusi impor dengan produk dalam negeri untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan upaya memelopori reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

        “Banyak negara yang memberlakukan kebijakan proteksionis dan ini tidak sesuai dengan aturan WTO. Indonesia dan beberapa negara mempertanyakan eksistensi WTO dan sepakat untuk memelopori agenda reformasi WTO pada bulan Maret nanti di Afrika (KTM ke-14 WTO di Kamerun),” pungkas Mendag Busan, dikutip dari siaran pers Kemendag, Rabu (21/1).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: