Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lewat Kampanye #VIDAJagaKalian, VIDA Ingatkan Risiko Penyalahgunaan Data Pribadi dari Kertas

        Lewat Kampanye  #VIDAJagaKalian, VIDA Ingatkan Risiko Penyalahgunaan Data Pribadi dari Kertas Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Risiko kebocoran data pribadi kini semakin nyata seiring dengan pesatnya perkembangan digitalisasi. Ancaman ini tidak hanya menyasar sistem institusi besar, tetapi sering kali dipicu oleh kelalaian dalam kebiasaan sehari-hari yang jarang disadari oleh masyarakat. Dampak dari kebocoran tersebut sangat merugikan, mulai dari penyalahgunaan identitas untuk pinjaman daring ilegal hingga pembobolan saldo rekening perbankan.

        Fenomena ini mendorong VIDA, sebagai penyedia solusi identitas digital dan pencegahan penipuan di Indonesia, untuk memberikan perhatian khusus pada aspek kesadaran individu. VIDA mengingatkan bahwa perlindungan data yang efektif harus dimulai dari pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga informasi pribadi mereka sendiri guna meminimalkan celah bagi para pelaku kejahatan siber.

        Sebagai langkah nyata, VIDA memperkenalkan gerakan literasi publik bertajuk ‘#VIDAJagaKalian’. Kampanye edukatif ini dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan pada isu-isu keseharian. Tujuannya adalah mendorong terbentuknya kebiasaan baru yang lebih aman dalam mengelola data pribadi agar terhindar dari berbagai risiko penyalahgunaan di masa depan.

        “Sebagian besar kebocoran data tidak hanya disebabkan oleh celah sistem, tetapi juga oleh kelalaian individu. Tanpa disadari, kebiasaan sederhana dapat membuka risiko penyalahgunaan data. Melalui kampanye #VIDAJagaKalian, kami berkomitmen membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan agar data pribadi senantiasa terlindungi,” ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.

        Sebagai bagian dari kampanye tersebut, VIDA menghadirkan kolaborasi bertajuk “Tukang Gorengan Jadi Tahu”, dengan menggandeng penjual gorengan sebagai simbol keseharian

        masyarakat. Inisiatif ini menyoroti bahaya penggunaan dokumen pribadi, seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, ijazah, dan dokumen pribadi lainnya sebagai pembungkus makanan. Praktik yang kerap dianggap sepele ini berpotensi menjadi celah penyalahgunaan data apabila dokumen tersebut jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.

        Melalui kampanye ini, masyarakat dapat mengunjungi rangkaian aktivasi #VIDAJagaKalian di kawasan MRT Dukuh Atas pada 22–25 Januari 2026. Pengunjung dapat menikmati aneka gorengan khas Indonesia secara gratis dengan mengikuti pengalaman edukatif interaktif mengenai pentingnya menjaga data pribadi. Selain itu, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat berbagai solusi VIDA dalam melindungi identitas digital dari risiko penipuan.

        “Edukasi akan lebih efektif jika dekat dengan realitas masyarakat. Kami memilih pendekatan yang membumi agar pesan perlindungan data tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan. Harapannya, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membangun budaya menjaga data pribadi dalam jangka panjang,” tambah Niki.

        Selain edukasi publik, kampanye #VIDAJagaKalian juga memperkenalkan DocsVault dan SecureShare sebagai solusi perlindungan data yang tersedia di VIDA App. DocsVault menghadirkan penyimpanan dokumen terenkripsi dengan pengamanan biometrik, sementara SecureShare memungkinkan pengguna membagikan dokumen secara aman

        dengan kontrol akses, batas waktu, dan jejak penggunaan, sehingga identitas digital tetap berada dalam kendali pemiliknya.

        “Melalui VIDA App, kami menghadirkan DocsVault dan SecureShare sebagai solusi praktis untuk membantu masyarakat mengelola dan membagikan dokumen pribadi secara aman. DocsVault memungkinkan pengguna menyimpan dokumen penting dalam penyimpanan terenkripsi dengan perlindungan biometrik wajah, sehingga hanya pemilik dokumen yang dapat mengaksesnya. Ketika dokumen perlu dibagikan, SecureShare memberi kontrol penuh, mulai dari pengaturan durasi akses, jumlah pembukaan, hingga riwayat penggunaan. Jika sudah tidak dibutuhkan, akses dapat dicabut kapan saja,” jelas Mukti Pradana, AVP Product Management VIDA.

        Baca Juga: Lewat Kampanye 'Jangan Ketipu, Cek Dulu', J&T Cargo Ajak Publik Waspada Penipuan Logistik

        Sebagai gambaran, dalam aktivitas sehari-hari, pengguna dapat menyimpan dokumen penting seperti KTP di DocsVault dalam VIDA App yang telah dilengkapi enkripsi dan pengamanan biometrik. Saat dokumen tersebut perlu dibagikan, misalnya untuk keperluan administrasi, pengguna dapat memanfaatkan SecureShare untuk mengatur apakah dokumen hanya dapat dilihat atau diunduh, menambahkan lapisan keamanan berupa passcode, serta memantau histori akses dokumen secara real-time. Pendekatan ini memastikan dokumen tetap aman meskipun telah dibagikan.

        Melalui inisiatif #VIDAJagaKalian, VIDA menegaskan komitmennya dalam memerangi penipuan digital secara menyeluruh, tidak hanya melalui edukasi publik, tetapi juga dengan menghadirkan teknologi dan layanan yang membantu individu maupun pelaku usaha beraktivitas lebih aman dan tepercaya di ruang digital.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: