Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pramono Merasa Aneh Hujan Kali ini Tingginya 267 mm, 'Jakarta Jarang Sekali Seperti itu'

        Pramono Merasa Aneh Hujan Kali ini Tingginya 267 mm, 'Jakarta Jarang Sekali Seperti itu' Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengadakan rapat terbatas demi menangani situasi hujan lebat dan cuaca ekstrem di Ibu Kota yang terjadi saat ini.

        Ia menyampaikan, curah hujan tinggi terjadi pada tanggal 12, 18, dan 22 Januari 2026, sementara puncak tertingginya terjadi pada 18 Januari 2025 yang mencapai 267 milimeter per hari.

        "Puncak tertingginya ada di tanggal 18, yaitu 267 milimeter per hari dan itu tinggi sekali. Jakarta rasanya jarang sekali seperti itu," kata Pramono.

        Merespons situasi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi yang semula dijadwalkan berakhir hari ini diperpanjang hingga 27 Januari 2026.

        Pramono memastikan telah menyiapkan anggaran pelaksanaan OMC hingga sebulan ke depan. Saat ini, lanjutnya, rata-rata tiga penerbangan penyemaian awan dilakukan setiap harinya untuk memecah potensi hujan lebat di Jakarta.

        "Setiap hari rata-rata kita sudah menerbangkan tiga, artinya memang modifikasi cuaca yang dilakukan karena budget-nya sudah tersedia," ujarnya.

        Selain faktor cuaca, Pramono menyoroti masalah infrastruktur air yang belum optimal. Dari tinjauan langsung ke Kali Cakung Lama pagi tadi, ia menemukan adanya penyempitan aliran sungai (bottleneck).

        Karena itu, ia menginstruksikan jajarannya untuk segera melaksanakan normalisasi sungai guna menampung debit air yang tinggi saat cuaca ekstrem terjadi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: