Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kemenperin Dorong Investasi Asing Perkuat Industri Nasional dalam Rantai Pasok Global

        Kemenperin Dorong Investasi Asing Perkuat Industri Nasional dalam Rantai Pasok Global Kredit Foto: Kemenperin
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Indonesia tidak boleh berhenti pada suntikan modal semata.

        Pemerintah mengarahkan agar setiap investasi mampu memperkuat kapabilitas industri nasional, mulai dari alih pengetahuan dan teknologi, penguatan keterkaitan rantai pasok domestik, hingga integrasi industri Indonesia ke dalam rantai pasok global.

        Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa arah kebijakan investasi industri yang dibangun pemerintah bertujuan memperdalam struktur industri nasional, memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam negeri termasuk sektor industri kecil dan menengah (IKM), serta memperkuat jejaring global industri Indonesia.

        “Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata. Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri serta memberi peluang produk Indonesia terlibat dalam rantai pasok dunia,” ujar Menperin, dikutip dari siaran pers, Minggu (25/1).

        Baca Juga: Investasi Capai Rp551 Triliun, Kemenperin Kejar Target Pertumbuhan Industri 5,51% pada 2026

        Menurut Menperin, kebijakan tersebut sejalan dengan pesan strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pidatonya saat menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss pada Kamis (22/1).

        Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang stabil, kredibel, dan memiliki peluang besar bagi kemitraan investasi global, sekaligus menunjukkan kesiapan untuk mendorong kemajuan industri nasional secara signifikan.

        Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menjelaskan pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan industrialisasi nasional. Kehadiran Danantara membuka ruang kolaborasi investasi jangka panjang sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan investor global. 

        “Danantara merupakan fondasi kemitraan Indonesia dengan pelaku investasi global. Oleh karena itu, Indonesia menawarkan peluang investasi yang tidak hanya berorientasi pada modal tetapi juga pada pengembangan nilai tambah industri nasional,” ungkap Menperin.

        Baca Juga: Kawasan Industri Bertransformasi Jadi Akselerator Pertumbuhan Ekonomi

        Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa investasi berkualitas akan diarahkan ke sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas penguatan kapasitas industri nasional.

        “Selain untuk mendorong alih teknologi dan pengetahuan, Kemenperin juga memperkuat dukungan untuk meningkatkan keterlibatan IKM sebagai bagian dari rantai pasok industri besar melalui program-program fasilitasi dan insentif berbasis komponen dalam negeri,” imbuhnya.

        Kemenperin pun memastikan bahwa setiap investasi baru diharapkan memberi dampak langsung terhadap perluasan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan sumber daya manusia industri, serta semakin kuatnya integrasi industri nasional ke dalam jaringan produksi dan nilai global.

        “Jadi, sesuai dengan Asta Cita pemerintah, kolaborasi global ini akan membuka peluang investasi berskala besar untuk industrialisasi dan pembangunan manusia Indonesia,” pungkas Menperin.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: