Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        ‎Stabilitas Pasar Bergantung pada Independensi Bank Indonesia

        ‎Stabilitas Pasar Bergantung pada Independensi Bank Indonesia Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Independensi Bank Indonesia (BI) kembali menjadi perhatian pelaku pasar seiring meningkatnya ketidakpastian global yang dipicu tensi geopolitik, volatilitas nilai tukar, serta arah kebijakan moneter dunia. 

        ‎Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar menilai kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik sangat ditentukan oleh sejauh mana BI tetap menjalankan kebijakan moneter secara independen, tanpa tekanan politik maupun kepentingan jangka pendek.

        ‎Menurut Praktisi Pasar Modal Hans Kwee, dalam situasi pasar yang mudah bergejolak, investor menaruh perhatian utama pada kredibilitas dan independensi bank sentral sebagai penjaga stabilitas makroekonomi.

        ‎“Yang dilihat investor bukan hanya siapa pejabatnya, tetapi apakah bank sentral tetap independen atau tidak. Selama BI independen dan kebijakan fiskal terkendali, kepercayaan pasar tetap terjaga,” ujar Hans, Selasa (27/1/2026).

        ‎Ia menjelaskan, isu terkait pergantian atau dinamika internal di bank sentral tidak serta-merta memicu tekanan pasar, selama tidak disertai indikasi intervensi politik dalam pengambilan kebijakan.

        ‎Investor, kata dia, lebih mencermati konsistensi BI dalam menjaga inflasi, stabilitas nilai tukar, serta efektivitas transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.

        ‎Dalam konteks global, Hans menilai pasar keuangan saat ini sangat peka terhadap persepsi independensi bank sentral. Pengalaman sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, menunjukkan bahwa tekanan politik terhadap otoritas moneter dapat memicu volatilitas tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga berdampak lintas negara.

        ‎“Ketika bank sentral kehilangan independensinya, pasar akan membaca itu sebagai risiko sistemik. Itu langsung berdampak ke pasar obligasi, pasar saham, dan nilai tukar,” katanya.

        ‎Di Indonesia, BI dinilai masih memiliki kredibilitas yang relatif kuat di mata investor. Kebijakan suku bunga yang diambil secara hati-hati, langkah stabilisasi nilai tukar, serta koordinasi yang terjaga dengan kebijakan fiskal menjadi faktor yang menopang persepsi tersebut. Kondisi ini turut memengaruhi perilaku investor di pasar keuangan, termasuk pasar saham dan surat utang negara.

        ‎Hans menuturkan, sentimen terhadap independensi BI berpengaruh langsung terhadap aliran dana investasi. Ketika kepercayaan terjaga, investor cenderung lebih berani mengambil posisi investasi jangka menengah hingga panjang.

        ‎Sebaliknya, jika muncul keraguan terhadap independensi otoritas moneter, pasar cenderung bersikap defensif dan reaktif terhadap sentimen eksternal.

        ‎Dalam beberapa periode terakhir, struktur pasar modal Indonesia juga mengalami perubahan dengan meningkatnya peran investor domestik.

        ‎Menurut Hans, kondisi ini membuat pasar tidak lagi sepenuhnya bergantung pada arus dana asing, meskipun faktor kepercayaan institusional tetap menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas.

        ‎“Pasar kita sekarang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada asing. Tapi tetap saja, kepercayaan institusional itu kuncinya. BI adalah salah satu pilar utama,” ujarnya.

        ‎Ia menambahkan, bagi investor global, independensi BI turut memengaruhi persepsi risiko Indonesia sebagai tujuan investasi. Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, negara dengan bank sentral yang kredibel dan independen cenderung dipandang lebih stabil dalam jangka menengah.

        ‎“Menjaga independensi bukan berarti kaku. Tapi kebijakan harus berbasis data dan stabilitas jangka panjang, bukan tekanan jangka pendek,” tegas Hans.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Uswah Hasanah
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: