Kredit Foto: Dok. Kementerian UMKM
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Sumatera Barat, BUMN, serta mitra swasta untuk memperkuat pemulihan dan pengembangan UMKM pascabencana di wilayah Sumatera.
Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan meluncurkan Klinik UMKM Bangkit bertajuk “UMKM Minang Bangkit: Mambangkik Batang Tarandam” di Kota Padang sebagai pusat layanan terpadu bagi para pengusaha UMKM di Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Transisi Ekonomi Hijau, Bakal Buka Peluang Kerja Skala Besar
“Kehadiran kami di sini bukan sekedar seremonial, melainkan pernyataan sikap bahwa negara berdiri bersama masyarakat Sumatera Barat. Inisiatif ini bertujuan memulihkan sekaligus mengembangkan UMKM agar kembali tumbuh dan berdaya saing,” ujar Wakil Menteri (Wamen) UMKM Helvi Moraza, dikutip dari siaran pers Kementerian UMKM, Rabu (28/1).
Menurutnya, penanganan bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi harus terus berlanjut pada fase pemulihan yang menyentuh hajat hidup orang banyak, khususnya pengusaha UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
“Untuk itu Presiden Prabowo mengamanatkan agar kami bekerja sungguh-sungguh dan mengajak semua pihak berkolaborasi. Alhamdulillah Sumatera Barat menunjukkan kekompakan yang luar biasa,” ujarnya.
Meski saat ini baru terdapat satu titik Klinik UMKM Bangkit di Sumatera Barat, Wamen Helvi menegaskan adanya terobosan berupa Mobil Klinik UMKM Bangkit yang akan berkeliling ke berbagai daerah untuk menjangkau pengusaha UMKM terdampak bencana hingga ke pelosok. Layanan yang diberikan meliputi pembiayaan, fasilitas belanja produk lokal, serta penguatan kapasitas dan produksi.
“Saya mengajak seluruh pengusaha UMKM yang terdampak bencana untuk memanfaatkan layanan ini sebaik-baiknya, tidak ragu berkonsultasi, terbuka terhadap pendampingan, dan berani bertransformasi,” katanya.
Ia menambahkan, peran pemerintah tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra yang berjalan bersama pengusaha UMKM dalam proses pemulihan dan pertumbuhan.
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. UMKM adalah penggerak nadi perekonomian daerah, sumber penghidupan keluarga, sekaligus pilar ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Klinik UMKM Bangkit di daerah yang dikenal memiliki tradisi kewirausahaan yang kuat.
“Melalui Klinik UMKM Bangkit, kami ingin memastikan pengusaha UMKM yang terdampak bencana tidak hanya pulih ke kondisi semula, tetapi juga meningkatkan kelas. Semangat berdagang, berusaha, dan merantau telah mengakar dalam jati diri masyarakat Minangkabau,” ujarnya.
Usai meresmikan Klinik UMKM Bangkit, Wamen Helvi beserta jajaran Kementerian UMKM dan Pemprov Sumbar mengunjungi kawasan terdampak di Kabupaten Agam untuk memberikan bantuan berupa paket produksi dan bahan baku usaha kuliner, hingga program trauma healing yang merupakan hasil kolaborasi dengan para pemangku kepentingan seperti BRI, United Tractors, Grab Indonesia, Eka Tjipta Foundation, Telkom Witel Sumbar-Jambi, PLN Nusantara Power, Goto Gojek Tokopedia, PNM Sumbar, Pegadaian, BSI, Bank Indonesia, Semen Indonesia Group, Semen Padang, Distributor Semen Padang, PIP, dan HIMPSI.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: