Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026), dibuka di zona merah pada level 8.393,51 atau melemah lebih dari 6%. Bahkan pada penutupan sesi pertama, IHSG merosot 7,34% atau terpangkas 659 poin ke level 8.321,21.
Sejumlah analis menyebutkan bahwa pelemahan IHSG ini dipengaruhi oleh pernyataan dan kebijakan terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pada 27 Januari 2026, MSCI mengumumkan penerapan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam proses peninjauan indeks.
MSCI menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko investability serta memberikan ruang bagi otoritas pasar Indonesia dalam melakukan penguatan pada sejumlah aspek yang dinilai masih perlu ditingkatkan, terutama terkait transparansi struktur kepemilikan saham.
Baca Juga: IHSG Tersandung 8%, Ini Saran untuk Investor Pemula
Mencermati pergerakan IHSG dan sentimen yang memengaruhinya, para analis mengimbau investor agar tidak panik dan justru memanfaatkan kondisi ini sebagai peluang.
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, memandang situasi ini dapat dilihat sebagai momentum perbaikan, bukan semata-mata sebagai ancaman.
“Pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang kuat, jumlah investor domestik yang terus bertumbuh, fundamental ekonomi yang relatif solid, serta emiten dengan kualitas bisnis yang kompetitif secara regional,” tulisnya, Rabu (28/1/2026).
Di samping itu, ia menekankan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan infrastruktur regulasi, transparansi data, dan konsistensi kebijakan mampu mengimbangi kemajuan tersebut.
Menurut David, koreksi IHSG hari ini sebaiknya dipahami sebagai refleksi dari proses penyesuaian pasar terhadap informasi baru.
Lebih jauh, situasi ini juga memberikan kesempatan bagi pasar modal Indonesia untuk melakukan penguatan struktural yang berpotensi memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
“Jika momentum ini dimanfaatkan dengan baik, bukan hanya status Indonesia sebagai Emerging Market yang dapat dipertahankan, tetapi kualitas pasar modal nasional justru dapat meningkat dan semakin dipercaya oleh investor global,” tambahnya.
Baca Juga: IHSG Kena Trading Halt! Saham Konglo dan Bank Jumbo Berguguran
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta.
Ia menilai bahwa pelemahan IHSG hari ini kurang mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia yang saat ini masih solid. Oleh karena itu, penurunan indeks justru dapat dimanfaatkan sebagai peluang investasi.
“Secara dinamika perekonomian, fundamental makroekonomi Indonesia sebenarnya masih solid,” tegasnya.
“Dengan adanya penurunan IHSG ini, investor sebaiknya tidak panik dan dapat mempertimbangkan strategi buy on dip,” tambahnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: