Amerika Serikat (AS) Jawab Rumor Intervensi Dukung Yen Jepang, Begini...
Kredit Foto: Reuters
Amerika Serikat menegaskan tetap berpegang pada kebijakan dolar kuat dan membantah tudingan bahwa pihaknya melakukan intervensi dalam pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar yen dari Jepang.
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan kebijakan dolar kuat berarti membangun fundamental ekonomi yang tepat, bukan melalui aksi langsung dalam pasar mata uang.
Baca Juga: Jepang Tegaskan Siap Ambil Tindakan Jika Yen Menguat Tajam
“Sama sekali tidak,” kata Bessent, dilansir dari CNBC International, Kamis (29/1).
“Kami tidak berkomentar selain mengatakan bahwa kami memiliki kebijakan dolar kuat," tambahnya.
Bessent menyatakan keyakinannya bahwa kebijakan pemotongan pajak dan deregulasi pemerintah membuat negaranya semakin menarik bagi investor global, sehingga mendorong arus modal masuk dalam skala besar.
“Dalam jangka pendek, harga di layar bisa berfluktuasi selama enam bulan atau satu tahun,” kata Bessent.
“Namun jika kebijakan kita solid, uang akan mengalir masuk. Ditambah lagi, kami menurunkan defisit perdagangan yang secara otomatis akan mendukung penguatan dolar dalam jangka panjang,” tambahnya.
Ia juga menegaskan kembali pandangannya bahwa ekonomi negaranya akan tampil kuat sepanjang tahun ini, seraya menepis kekhawatiran bahwa pertumbuhan tersebut akan memicu lonjakan inflasi.
Baca Juga: Donald Trump Ultimatum Iran: Perang atau Berunding Soal Nuklir
Menurut Bessent, peningkatan produktivitas dan pertumbuhan upah tidak selalu berujung pada inflasi yang lebih tinggi. Ia menambahkan bahwa penurunan biaya sewa berpotensi menekan inflasi terukur dalam periode mendatang di AS.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: