Kredit Foto: Istimewa
Harga emas spot melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada Kamis (29/1). Ia memperpanjang reli tajam seiring investor memburu aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Kenaikan ini juga diikuti oleh pergerakan kuat logam mulia lainnya, dengan perak turut mencetak rekor baru.
Dilansir dari Reuters, Emas spot naik 2,9% ke US$5.554,76. Sementara perak spot menguat 1,5% ke US$118,36 per ons. Adapun platinum spot naik tipis 0,1% ke US$2.697,54, dan paladium menguat 0,5% ke US$2.091,15.
Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Tembus Rp3 Jutaan per Gram, Cek Daftarnya!
“Kenaikan harga didorong oleh pembelian berkelanjutan dari bank sentral, momentum kuat dari dana pengikut tren serta permintaan flight-to-quality yang solid,” kata Analis Pasar IG, Tony Sycamore.
Ia menilai reli emas yang bersifat parabolik mengindikasikan potensi koreksi dalam jangka pendek. Namun, fundamental yang kuat diperkirakan tetap menopang harga sepanjang tahun ini sehingga setiap pelemahan berpotensi menjadi peluang beli yang menarik.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mendesak adanya perundingan nuklir dengan Iran. Ia memberikan peringatan bahwa serangan berikutnya akan jauh lebih besar jika negosiasi gagal. Teheran merespons dengan ancaman akan membalas serangan terhadap AS.
Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi pasar. Pasca pengumuman tersebut, pelaku pasar meningkatkan taruhan bahwa bank sentral akan mulai memangkas suku bunga pada Juni.
Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan inflasi pada bulan lalu kemungkinan masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%. Kondisi ini tetap menjaga ketidakpastian kebijakan ke depan, yang pada gilirannya mendukung permintaan emas.
Baca Juga: 2 Ton Setiap Minggu, Raksasa Kripto Ini Diam-diam Borong Emas Hingga Punya 130 Ton!
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung diuntungkan oleh lingkungan suku bunga rendah dan sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi serta ketidakpastian ekonomi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: