Mata Uang Iran di Hadapan Dolar Hancur Lebur Terparah Sepanjang Sejarah
Kredit Foto: Antara/Bagus Ahmad Rizaldi
Mata uang rial Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah terhadap dolar AS pada Rabu (28/1), kata laporan media Iran, Nour News.
Dolar AS diperdagangkan di atas 1.580.000 rial di pasar domestik, mempercepat penurunan yang dimulai sejak akhir pekan lalu saat nilai tukar mata uang tersebut berada di kisaran 1.510.000 rial.
Mata uang Iran jatuh ke rekor terendah terhadap dolar AS seiring meningkatnya ketegangan domestik.
Tambah remuknya mata uang Iran terjadi beberapa minggu setelah protes yang dipicu oleh jatuhnya nilai mata uang menyebar ke seluruh negeri.
Baca Juga: Donald Trump Ultimatum Iran: Perang atau Berunding Soal Nuklir
Toko-toko penukaran uang pada hari Selasa menawarkan nilai tukar rial terhadap dolar AS terendah sepanjang sejarah di Teheran, memperdalam kesulitan ekonomi bagi sebagian besar penduduk Iran yang menderita akibat puluhan tahun salah urus ekonomi dan sanksi internasional.
Gubernur Bank Sentral Iran yang baru dilantik, Abdolnaser Hemmati, mengatakan bahwa "pasar valuta asing mengikuti jalur alaminya."
Penurunan terbaru ini terjadi hampir sebulan setelah para pemilik toko di Grand Bazaar Teheran menutup toko mereka sebagai protes terhadap jatuhnya nilai rial, hiperinflasi, dan keputusan pemerintah untuk mengakhiri subsidi makanan dan bahan bakar tertentu.
Untuk diketahui, pemerintah Iran telah mengakui setidaknya 3.117 warganya tewas dalam kerusuhan beberapa waktu lalu, dengan 2.427 di antaranya adalah warga sipil dan pasukan keamanan, dan sisanya disebut sebagai "teroris."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: