Kredit Foto: Cita Auliana
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyambangi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas kelanjutan pengembangan layanan digital pemerintah atau government technology (GovTech).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembahasan difokuskan pada penguatan program GovTech yang selama ini digagas oleh Luhut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dalam pemerintahan menjadi kebutuhan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan layanan publik.
“Pak Luhut punya program yang terkait dengan government technology, GovTech. GovTech itu menjadi hal yang diperlukan terutama untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi,” kata Airlangga, usai pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Airlangga Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Harga Pangan Jelang Lebaran
Selain mendorong perbaikan tata kelola internal pemerintah, Airlangga menyebut implementasi GovTech juga akan berdampak pada sektor perdagangan internasional. Digitalisasi yang telah diterapkan di sektor logistik akan dilanjutkan dengan penguatan integrasi data ekspor dan impor lintas negara.
“Dan beberapa kan kita sudah lakukan juga yang untuk logistik. Dan juga kalau itu dikerjasamakan dengan negara lain, maka ekspor-import kita datanya bisa sama,” terangnya.
Baca Juga: IHSG Terpuruk, Airlangga Dorong Reformasi Pasar Modal
Airlangga menjelaskan, integrasi data lintas negara tersebut sejalan dengan kerangka kerja regional yang telah dimiliki ASEAN melalui ASEAN Single Window (ASW). Skema ini menghubungkan National Single Window (NSW) masing-masing negara anggota untuk pertukaran dan integrasi data serta informasi secara elektronik.
Dengan keberadaan ASW, pengembangan GovTech nasional akan mengacu pada sistem yang telah berjalan di tingkat regional. Menurut Airlangga, Indonesia hanya perlu menyiapkan prototipe agar sistem tersebut dapat diimplementasikan secara optimal.
“Kita di ASEAN sudah punya ASEAN Single Window. Jadi kita tinggal bikin prototipenya saja,” tuturnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: