Berawal dari Pialang ke Regulator, Ini Perjalanan Inarno Djajadi Sebelum Jadi Petinggi OJK
Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut menandai akhir perjalanan panjang Inarno di sektor pasar modal nasional yang telah ia tekuni sejak akhir 1980-an.
Inarno Djajadi merupakan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK. Ia lahir di Yogyakarta pada 31 Desember 1962 dan menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 1981. Kariernya di industri pasar modal dimulai pada 1989 dan terus berlanjut hingga menduduki posisi regulator puncak.
Perjalanan profesional Inarno berawal dari sektor perantara perdagangan efek. Ia memulai karier sebagai Treasury Officer di PT Aspac Uppindo Sekuritas pada 1989–1991. Setelah itu, ia menjabat Direktur di perusahaan yang sama pada 1991–1997, sebelum melanjutkan karier sebagai Direktur PT Mitra Duta Sekuritas pada 1997–1999.
Baca Juga: Profil Mirza Adityaswara yang Ikuti Jejak Mahendra dan Inarno Mundur dari OJK
Pada 1999, Inarno dipercaya sebagai Direktur PT Widari Sekuritas. Setahun kemudian, ia menjabat Direktur Utama PT Madani Sekuritas pada 2000–2003. Rangkaian posisi tersebut memperkuat perannya sebagai pelaku utama di industri jasa keuangan, khususnya pasar modal.
Karier Inarno kemudian berlanjut di lembaga infrastruktur pasar modal. Ia tercatat pernah menjabat Direktur Utama, Komisaris, hingga Komisaris Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dalam beberapa periode, yakni 2003–2009, 2010–2013, dan 2013–2016. Peran tersebut menempatkannya di jantung sistem kliring dan penjaminan transaksi bursa.
Selain di KPEI, Inarno juga mengisi sejumlah posisi komisaris di perusahaan sekuritas besar. Ia pernah menjabat Komisaris Utama PT Maybank Kim Eng Securities pada 2013–2014 dan Komisaris Utama PT CIMB Niaga Sekuritas pada 2014–2017. Pada 2017–2018, Inarno menjabat sebagai Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga: Mahendra Siregar dan Inarno Putuskan Mundur dari OJK!
Puncak perannya di industri pasar modal terjadi saat ia ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham pada 29 Juni 2018. Jabatan tersebut mengukuhkan posisinya sebagai figur sentral dalam pengelolaan dan pengembangan pasar modal Indonesia.
Di luar jabatan struktural, Inarno juga aktif dalam organisasi profesi dan ekonomi. Ia tercatat sebagai anggota Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) pada 1992–1994 dan anggota Dewan Pengawas Profesi Pasar Modal Indonesia pada 2017–2020. Sejak 2020 hingga saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jakarta Raya (ISEI Jaya).
Dengan pengunduran dirinya dari OJK, perjalanan karier Inarno Djajadi mencerminkan lintasan panjang dari praktisi pasar modal, pimpinan lembaga infrastruktur bursa, hingga regulator sektor jasa keuangan. OJK menyatakan proses pengunduran diri pimpinan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: